National

Polri: Penyebab Kematian Korban Kanjuruhan Adalah Kekurangan Oksigen, Bukan Gas Air Mata

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam konfrensi pers siang ini menyampaikan penyebab kematian ratusan korban Tragedi Kanjuruhan adalah bukan karena gas air mata, melainkan karena kondisi kurang oksigen.

Dedi menerangkan, gas air mata, termasuk yang digunakan anggotanya dalam Tragedi Kanjuruhan, tidak mematikan. Polri menjelaskan pendapat itu dikeluarkan oleh pakar-pakar racun dan gas air mata.

Advertisement

“Saya juga mengutip dari pendapat dari guru besar dari Universitas Udayana, beliau ahli di bidang toksikologi atau racun. Beliau menyebutkan bahwa, termasuk dari dokter Mas Ayu Elita Hafizah, bahwa gas air mata atau CS ini dalam skala tinggi pun tidak mematikan,” kata Dedi dalam jumpa pers, siang ini.

Dedi mengatakan, dia mendengar penjelasan sejumlah dokter spesialis yang menangani korban-korban Tragedi Kanjuruhan, dimana analisis para dokter menyebut para penonton kekurangan oksigen karena berdesak-desakan saat akan keluar stadion, kemudian terinjak-injak hingga bertumpuk.

“Nanti silakan konfirmasi ke Direktur RS Saiful Anwar. Kebetulan pada saat Senin (3/10) yang lalu saya kan langsung berkunjung ke RS Saiful anwar bersama Pak Wagub, kemudian ada beberapa pejabat,” kata Dedi

“Dari penjelasan para ahli, spesialis yang menangani korban yang meninggal dunia maupun korban-korban yang luka, dari dokter spesialis penyakit dalam, penyakit paru, penyakit hati dan juga spesialis penyakit mata menyebutkan tidak satupun yang menyebutkan penyebab kematian adalah gas air mata,” tambah Dedi, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (10/10/2022).

Dedi kemudian mengungkapkan, penyebab kematian adalah kekurangan oksigen, akibat terjadi desak-desakan, lalu terinjak-injak, dan bertumpuk-tumpukan yang mengakibatkan kekurangan oksigen di Pintu stadion Kanjuruhan, yakni pintu13, 11, 14 dan pintu 3.

Dedi juga menjelaskan dampak gas air mata adalah hanya iritasi pada mata, iritasi pada kulit dan iritasi pada pernafasan. Berdasarkan dokter spesialis mata, kata Dedi, ketika kena gas air mata, mata memang terjadi perih dalam beberapa waktu dan tidak mengakibatkan kerusakan yang fatal. Dedi juga menambahkan, berdasarkan ahli, jika terkena pernafasan, sampai saat ini belum ada jurnal ilimiah yang menyebutkan bahwa ada fatalitas yang mengakibatkan gas air mata bisa menyebabkan matinya seseorang.

(SAH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...