National

Kementerian Pertahanan Buka Suara Terkait Dokumen Rahasia yang Diperjualbelikan di Dark Web

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Indonesia telah menjadi perbincangan utama dalam beberapa hari terakhir setelah muncul dugaan bahwa situs web mereka telah diretas oleh seorang hacker. Informasi ini pertama kali muncul di media sosial dan telah menimbulkan banyak kehebohan. Karo Humas Setjen Kemhan, Brigjen Edwin Adrian Sumantha, memberikan tanggapan terbaru terkait dugaan peretasan ini.

Brigjen Edwin Adrian Sumantha menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang berusaha untuk mencari tahu kebenaran dari tuduhan peretasan yang mengguncang Kemhan. “Kami tengah mengkoordinasikan kebenaran hal tersebut kepada pihak terkait di Kemhan,” kata Edwin saat dihubungi pada Kamis, 2 November.

BACA JUGA: Panglima TNI Mutasi 156 Perwira Tinggi, Mayjen Endi Supardi Ditunjuk Jadi Komandan Korps Marinir 

Pihak Kemhan tidak ingin membuat pernyataan lebih lanjut sampai mereka memiliki informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai dugaan peretasan tersebut. Edwin menjelaskan, “Kami akan memberikan update setelah ada informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan dari satker terkait.”

Dugaan peretasan ini semakin membesar ketika salah satu akun Twitter atau akun X sebelumnya mengunggah cuitan yang mengklaim bahwa seorang hacker telah meretas situs web Kemhan. Hacker tersebut diduga telah memposting pesan di pasar gelap, menawarkan untuk menjual dokumen rahasia dan sensitif dari situs web Kemhan, beserta akses admin.

“Akan buktinya, peretas membagikan tangkapan layar dan menegaskan bahwa server tersebut berisi sekitar 1,64 terabyte data. Analisis tangkapan layar tidak menutup kemungkinan bahwa peretas telah mengakses situs web tersebut,” tulis akun X tersebut.

Saat ini, investigasi sedang berlangsung untuk memverifikasi kebenaran klaim ini. Keberadaan data sensitif di tangan peretas adalah masalah serius yang harus segera diatasi. Kementerian Pertahanan harus menjaga keamanan informasi rahasia yang berkaitan dengan pertahanan nasional. Masyarakat Indonesia dan pihak berwenang sedang menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai insiden peretasan ini, dan hasil penyelidikan nantinya akan menjadi landasan untuk langkah-langkah lebih lanjut. (*/)

(RRY)

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...