National

Benarkah Menteri Era Presiden Jokowi Memiliki Tanah Ratusan Ribu Hektare? Berikut Faktanya!

Debat capres di Istora Senayan (Foto: X.com/aniesbaswedan)

Debat Capres ketiga baru saja selesai diselenggarakan. Ketiga Capres tentunya melontarkan sejumlah argumen dalam debat tersebut. Dari berbagai argumen yang dikeluarkan, muncul beberapa informasi yang rasanya lumayan menimbulkan ‘kegaduhan’ di ruang publik.

Dengan tema debat Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, dan Geopolitik. Terdapat beberapa informasi yang tampaknya dapat dicek kembali kebenarannya. Berikut fakta-fakta terkait pernyataan setiap paslon yang dengan memeriksa kesusaian berdasarkan fakta yang ada.

Cek Fakta Pernyataan Anies

Menteri Jokowi Punya Tanah 340.000 Hektare

Salah satu pernyataan yang menyita perhatian publik adalah ketika Anies Baswedan menyampaikan visi misinya. Dalam penyampaian visi misinya, Anies menyebut terdapat menteri di era Presiden Jokowi yang memiliki tanah hingga 340 ribu hektare.

Pernyataan tersebut dapat ditelaah berdasarkan artikel yang diterbitkan oleh CNNIndonesia.com pada Februari 2019, Mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengaku dirinya telah menekan izin penggunaan lahan atas dasar Hak Guna Usaha (HGU) untuk Prabowo Subianto di tahun 2004 ketika dirinya masih menjabat menjadi wakil presiden.

Pernyataan tersebut merupakan tanggapan atas pembahasan HGU di Debat Capres 2019. Dalam debat tersebut, Presiden Jokowi mengatakan Prabowo memiliki 120 ribu hektare lahan di Aceh Tengah dan 220 ribu hektare lahan di Kalimantan Timur dalam debat capres 2019. Dalam debat tersebut pun Prabowo mengakui dirinya memang memiliki sejumlah lahan milik negara atas dasar status Hak Guna Usaha (HGU).

Kementerian Pertahanan Dibobol Hacker

Masih dalam penyampaian visi misi Anies Baswedan. Anies menyatakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjadi salah satu kementerian yang dibobol oleh hacker pada tahun 2023.

Faktanya, pada November 2023, akun X bernama @stealthmore_int membagikan cuitan mengenai klaim seorang hacker yang sukses meretas Kemhan. Dalam postingan tersebut, dikatakan hacker tersebut membagikan pesan di pasar gelap untuk menawarkan untuk menjual dokumen rahasia dan sensitif dari website Kemhan, dan juga akses admin.

Di tanggal 2 November 2023, Karo Humas Setjen Kemhan Brigjen Edwin Adrian Sumantha mengatakan pihaknya tengah menyelidiki kebenaran soal dugaan peretasan situs Kemhan RI.

Cek Fakta Pernyataan Prabowo

Prabowo Buka 4 Fakultas Baru di Universitas Pertahanan

Prabowo dalam debat capres kali ini mengatakan, bahwa dirinya telah membuka empat fakultas baru di Universitas Pertahanan, yaitu di bidang sains, teknologi, engineering, dan Matematika (STEM).

Berdasarkan situs yang dimiliki oleh Universitas Pertahanan, pada tahun 2020 hanya terdapat satu fakultas baru yang dibuka, yaitu Fakultas Kedokteran. Pembukaan fakultas ini merupakan tindak lanjut dari arahan yang diberikan Prabowo selaku Menhan Indonesia terhadap Rektor Unhan, terkait pendirian program S1 yang bergerak di bidang STEM.

Prabowo Singgung Cak Imin

Prabowo dalam debat kemarin pun sempat menyinggung pernyataan Cak Imin mengenai pernyataannya tentang Indonesia yang tidak dalam situasi perang sehingga tak perlu membeli alat utama sistem pertahanan (alutista). Menurut Prabowo, pernyataan tersebut tidak sesuai dengan visi-misi paslon nomor satu terkait visi misi pertahanan.

Cak Imin memang sempat mengatakan keheranannya terhadap pemerintah yang berutang untuk membeli alat perang ketimbang alat pertanian ketika berkampanye pada Rabu, (03/01/2024) di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

“Kita enggak perang, kenapa kebanyakan utang beli alat perang? Lebih baik utang untuk beli alat pertanian. Buat apa kita utang ratusan triliun rupiah, tetapi tidak untuk sesuatu yang nyatanya tak dibutuhkan? Nyatanya kita butuh pangan,” katanya, dikutip dari pemberitaan Antara.

Cek Fakta Pernyataan Ganjar

Peringkat Global Peace Index Indonesia Turun

Ganjar mencatat bahwa Indonesia mengalami penurunan peringkat dalam beberapa penelitian, seperti Global Peace Index (Indeks Perdamaian Global) yang dilakukan oleh Institute for Economic and Peace. Selain itu, ia juga menyoroti penurunan posisi Indonesia dalam Global Militarization Index oleh Bonn International Center for Conflict Studies, dan evaluasi terhadap kapabilitas militer dalam Lowy Institute Asia Power Index.

Dalam Global Peace Index 2023, Indonesia menempati peringkat 53, sedangkan pada tahun 2022, posisinya lebih baik di peringkat 47. GPI melakukan penilaian terhadap tingkat kedamaian sebuah negara berdasarkan posisi geopolitik globalnya dan konflik internal yang terjadi.

Sementara itu, berdasarkan Global Militarization Index 2023, Indonesia tetap berada di peringkat 124, sama dengan posisinya pada tahun 2022.

Berdasarkan informasi dari Lowy Institute, kapabilitas militer Indonesia pada tahun 2023 berada di peringkat 13 dengan skor 14,6. Sebelumnya, pada tahun 2021, Indonesia juga menempati peringkat 13, namun dengan skor yang lebih tinggi, yaitu 14,8.

Target Minimum Essential Force tidak Tercapai pada 2024

Ganjar menekankan perhatiannya terhadap target pencapaian Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF) sebesar 100 persen pada tahun 2024 dalam rencana strategis (renstra).

Ganjar menyatakan bahwa tampaknya target tersebut tidak akan tercapai pada tahun ini, mengingat capaian MEF hingga saat ini baru mencapai 65,49 persen.

MEF merupakan standar kapabilitas minimal pertahanan suatu negara, melibatkan modernisasi peralatan militer, kesiapan personel militer, dan alokasi anggaran pertahanan.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 18 tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, diatur bahwa MEF diharapkan mencapai 100 persen pada tahun 2024.

Rujukan pada Nota Keuangan beserta APBN 2023 mencatat bahwa capaian MEF pada tahun 2019 adalah sebesar 63,19 persen, kemudian pada tahun 2020 mencapai 62,3 persen, dan pada tahun 2021 tetap pada angka 62,3 persen. (*/)

(RRY)

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...