National

Independensi Media dalam Debat Capres: Antara Etika, Hukum, dan Kepentingan

Jelang Pillpres 2024, salah satu isu yang kini mencuat adalah independensi media yang akan menjadi penyelenggara debat. Most Radio melalui siaran Prime Time bersama Arlingga Panega berkesempatan berbicara dengan Tamil Selvan, seorang ahli Komunikolo Politik dan Hukum dari Universitas Dianusantara, untuk mendapatkan pandangannya.

Tamil Selvan menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi media saat ini yang mayoritas dimiliki oleh individu atau kelompok yang memiliki afiliasi politik. Ia menyebutkan beberapa nama seperti MNC Group, Mahaka Group, dan sejumlah tokoh seperti Pak Hary Tanoe dan Pak Jendral Bakri yang memiliki kepentingan politik.

“Kalau kita lihat hari ini kan hampir semua media pemiliknya itu berpolitik. Jadi hampir semua ya.” ujar Selvan

Ketika ditanya tentang debat Capres, Tamil Selvan mengkritisi media yang cenderung memilih highlight yang mendiskreditkan paslon lain. Ia menyoroti Metro TV sebagai contoh yang terlihat tendensius dalam meliput debat, membuat masyarakat menjadi kurang antusias dan malas untuk mengikuti debat.

Mengenai keterlibatan pemilik media dalam dunia politik, Tamil Selvan menilai bahwa hal ini dapat merugikan kondusivitas di dalam perusahaan media itu sendiri. Ia menyebutkan bahwa media harus menjaga netralitas dan integritas, terlepas dari afiliasi politik pemiliknya.

BACA JUGA: Panelis Debat Capres 7 Januari 2024: KPU Rilis Nama-nama Ahli dalam Bidang Pertahanan, Keamanan, dan Hubungan Internasional

Pembicaraan kemudian berlanjut ke aspek hukum. Tamil Selvan menyatakan bahwa secara hukum, media-media tersebut tidak melanggar aturan karena berada di bawah payung kode etik jurnalistik. Namun, ia menekankan bahwa masalah etika perlu menjadi perhatian serius bagi pemilik media.

“Sebenarnya bukan dari sisi hukum karena gini, masyarakat mau menonton satu siaran televisi itu karena ada nilai-nilai integritas yang ada di dalam televisi itu.”  jelas Selvan

Selvan berpendapat bahwa media harus kembali mengedepankan nilai-nilai integritas, terutama di era serangan media sosial yang begitu besar. Ia mengingatkan bahwa keaktifan masyarakat di media sosial membuat mereka lebih selektif dan cenderung mencari berita dari berbagai sumber.

“Sebenarnya bukan dari sisi hukum karena gini, masyarakat mau menonton satu siaran televisi itu karena ada nilai-nilai integritas yang ada di dalam televisi itu.” jelas Selvan

Dalam konteks penyelenggaraan pemilu, Tamil Selvan menyarankan agar media melakukan cover both sides, menjaga netralitas, dan tidak terlalu condong ke satu arah. Ia juga menyoroti pentingnya keaktifan masyarakat di media sosial yang menjadi alat untuk mencari informasi yang lebih variatif. (*/)

(RRY)

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...