National

Isu Pertahanan dan Keamanan Cyber Jadi Isu Penting Jelang Debat Capres Kedua

Prime Time bersama Arlinga Panega mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan pakar cyber, Alphonse Tanujaya dari Vaksin.com. Mereka membahas isu pertahanan dan keamanan, terkait dengan debat capres yang akan datang.

Alphonse Tanujaya, atau Bang Alphonse, memberikan sorotan pada masalah keamanan cyber di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia, menurut data NCSI, berada di peringkat 83 dari 160 negara dalam hal keamanan cyber. Bang Alphonse memaparkan dampak nyata dari kebocoran data yang terjadi di tahun 2023, terutama pada badan publik, seperti kebocoran data kependudukan yang menyebabkan penyalahgunaan identitas.

“Kita sebenarnya sudah menderita atas kebocoran data itu. Kita aja udah terbiasa. Terbiasa menderita, terbiasa ditolak pintanya. Jadi kita udah biasa,” ungkap Alfons.

Dia menggarisbawahi bahwa kebocoran data tidak hanya memberikan dampak langsung, seperti penipuan, tetapi juga dampak tidak langsung seperti pembuatan identitas palsu untuk membuka rekening bodong. Ini memberikan sarana cash out bagi para penipu yang semakin sulit dihadapi jika tidak ada kebocoran data.

Dalam konteks ini, Bang Alphonse juga menyoroti peringkat Indonesia dalam kesiapan big data, yang menjadi semakin penting dalam era kecerdasan buatan (AI). Ia menjelaskan bahwa Indonesia belum banyak memiliki startup yang fokus pada AI, sementara negara-negara seperti Amerika, China, dan Singapura telah menguasai dominasi big data.

BACA JUGA: Panelis Debat Capres 7 Januari 2024: KPU Rilis Nama-nama Ahli dalam Bidang Pertahanan, Keamanan, dan Hubungan Internasional

Percakapan kemudian berlanjut ke arah isu keamanan cyber di tahun 2024. Bang Alphonse menyoroti fakta bahwa Indonesia, meskipun memiliki jumlah pengakses internet yang besar, masih tertinggal dalam adopsi AI. Dalam konteks ini, dia menekankan bahwa 2024 adalah era menuju kematangan AI, dan Indonesia perlu memperhatikan agar tidak tertinggal dalam pengembangan teknologi ini.

Dalam pembahasan terakhir, Bang Alphonse berbicara tentang perkembangan AI yang dapat menggantikan beberapa pekerjaan, terutama pekerjaan analis. Dia menekankan bahwa untuk menghadapi perubahan ini, kita perlu memprioritaskan pelatihan untuk milenial agar bisa berkompetisi dan beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Ketika berbicara mengenai isu-isu yang seharusnya masuk dalam perdebatan capres, Bang Alphonse mengingatkan para calon pemimpin untuk memahami nilai aset digital. Ia menyatakan bahwa kedaulatan digital sangat penting dan perlu dijaga, agar data digital Indonesia tidak jatuh ke tangan negara asing.

“Kedaulatan digital, data digital ini perlu diperhatikan dengan sangat baik. Supaya kalau bisa ada di Indonesia dan dikuasai oleh orang Indonesia dan diolah oleh orang Indonesia,” tegas Alfons.

Sebagai penutup, Bang Alphonse berharap bahwa pemerintah yang terpilih akan memberikan perhatian serius terhadap perlindungan aset digital dan keamanan cyber Indonesia. Sembari menyadari bahwa era AI telah tiba, penting bagi pemimpin untuk memberikan dukungan kepada milenial dan mengerti perkembangan teknologi agar Indonesia tidak tertinggal dalam revolusi digital. (*/)

(RRY)

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...