National Pemilu

Tampil ‘Ugal-Ugalan’ Gibran Terbanyak Mendapatkan Sentimen Negatif Pasca Debat

Gibran ‘Mencari’ Jawaban (Foto: Gatra/Adi Wijaya)


Debat cawapres keempat dalam Pilpres 2024 menjadi sorotan setelah data analisis media sosial Drone Emprit mengungkapkan bahwa Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, mendapat sentimen negatif terbesar dari netizen di antara para cawapres lainnya. Berdasarkan pantauan selama periode Minggu (21/1) pukul 19.00-22.00 WIB, Gibran meraih 60 persen sentimen negatif, sementara sentimen positifnya hanya mencapai 33 persen, dan sisanya netral sebanyak 7 persen.

Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit, menyatakan bahwa sentimen negatif yang tinggi terhadap Gibran mencerminkan adanya permasalahan atau ketidaksetujuan yang sedang dihadapi olehnya di media sosial. Analisis data juga menunjukkan bahwa Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD, meraih sentimen negatif kedua terbesar dengan 12 persen, dibandingkan dengan sentimen positif yang mencapai 79 persen, dan sisanya netral sebanyak 7 persen.

Sementara itu, Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, tercatat memiliki sentimen negatif yang paling rendah, yakni hanya 6 persen. Ia mencatat sentimen positif terbesar dengan 80 persen, dan 14 persen sisanya netral.

BACA JUGA: Gibran Rakabuming Raka: Dari Markobar, Walikota Solo, Sampai Cawapres Prabowo Subianto

Menurut Ismail Fahmi, analisis sentimen menunjukkan perbedaan yang signifikan antara volume percakapan dan kualitas sentimen. Meskipun volume percakapan antara Muhamin Iskandar dan Gibran Rakabuming hampir sama, sentimen mereka sangat berbeda. Ismail menekankan pentingnya kualitas percakapan, bukan hanya jumlah penyebutan, dalam mengukur dampak dan respons online.

Netizen secara kritis mengkritik sikap dan tindakan Gibran selama debat, terutama terkait pelanggaran aturan debat dengan meninggalkan podium, gaya bicara yang dianggap tidak beradab, serta gestur dan sindiran yang dianggap merendahkan peserta lain. Beberapa juga menyoroti pernyataan kontroversial dan kritik terhadap performa Gibran yang dianggap menurun.

Kritik juga datang dari Yenny Wahid, anggota Dewan Pembina Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, yang menilai beberapa aksi Gibran terkesan melecehkan dan seharusnya tidak perlu dilakukan dalam debat tersebut.

Usai debat, Gibran merespon kritik dengan menyatakan bahwa penilaian atas performanya selama debat diserahkan kepada masyarakat. Ia mengklarifikasi bahwa tujuannya adalah untuk berdiskusi dan bertukar pikiran, namun respons netizen tetap menunjukkan dominasi sentimen negatif terhadapnya. (*/)

(RRY)

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...