National Pemilu

Deddy Yevry Sitorus Ungkap Potensi Manipulasi Suara dalam Pemilu 2024

Politikus PDIP, Deddy Yevry Sitorus, telah mengungkapkan adanya dugaan potensi manipulasi suara dalam Pemilu 2024. Deddy menyatakan menerima laporan terkait kemungkinan partai tertentu akan menerima limpahan suara guna memenuhi syarat lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4 persen.

Dalam pernyataannya, Deddy menegaskan bahwa meskipun enggan menyebutkan partai yang dimaksud, skenario tersebut muncul seiring dengan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menghentikan sementara proses rekapitulasi suara di tingkat kecamatan.

“Saya mencurigai ini ada operasi untuk menyelamatkan partai tertentu yang sudah kebelet ingin masuk DPR,” ujar Deddy pada Senin (19/2).

Deddy menyebut bahwa partai yang dimaksud saat ini memiliki kedekatan dengan Istana. Menurutnya, partai-partai yang berpotensi tidak lolos parlemen akan mengalihkan suaranya untuk mendukung partai tersebut.

“Ada kabar bahwa ada operasi agar suara partai kecil akan diambil untuk dialihkan, terutama Partai Perindo, Gelora, dan Partai Ummat,” tambahnya.

BACA JUGA: Rekapitulasi Suara di Tingkat Kecamatan Dihentikan, Politikus PDIP Minta KPU Berikan Kejelasan

Informasi tersebut, kata Deddy, diperoleh dari masyarakat yang terlibat dalam proses pengawalan suara di tingkat bawah. Ia meminta masyarakat secara luas untuk ikut mengawal potensi kecurangan seiring dengan keputusan KPU untuk menghentikan rekapitulasi suara di tingkat kecamatan.

Deddy juga menyatakan keprihatinannya terhadap penghentian rekapitulasi tersebut. Menurutnya, alasan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) hanya mengada-ada. Dia menilai bahwa penghentian tersebut berpotensi memunculkan banyak kecurangan dalam penghitungan suara.

“Sirekap itu dimatikan, dibuang, dikubur tidak ada urusan sama penghitungan suara. Tiap tahun penghitungan mereka itu selalu bermasalah. Enggak tahu saya untuk apa dibuat-buat, buang-buang anggaran,” ungkapnya.

Deddy mengingatkan bahwa perolehan suara semua partai saat ini akan berpengaruh pada pencalonan presiden di pemilu berikutnya. Ia menekankan perlunya kewaspadaan agar partai-partai yang disebutnya tidak dirugikan, karena hal tersebut akan berdampak pada pemilu mendatang, terutama terkait ambang batas untuk pencalonan presiden.

Pernyataan Deddy Yevry Sitorus telah menyoroti potensi manipulasi dalam proses pemilihan umum dan menegaskan perlunya transparansi serta kewaspadaan dalam menjaga integritas pemilu demi terwujudnya proses demokrasi yang bersih dan adil. (*/)

(RRY)

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...