Health Life Style

Menangani Obesitas dan Persiapan Puasa Menurut dr Karin Wiradharma

Dalam program Prime Time bersama Arlingga Panega dan Indy Rahmawati di Most radio kali ini topik yang dibahas tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan informasi penting tentang kesehatan, terutama terkait dengan prevalensi obesitas di Indonesia.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan, sebanyak 45% dari populasi perempuan di Indonesia mengalami obesitas. Ini adalah tren yang meningkat dari tahun ke tahun, dan perempuan memiliki prevalensi obesitas yang lebih tinggi dan lebih rentan terhadap kondisi tersebut dibandingkan dengan laki-laki.

Dalam pembicaraan tersebut, faktor-faktor yang mungkin menyebabkan prevalensi obesitas yang tinggi pada perempuan telah dibahas. Salah satunya adalah faktor hormonal, di mana kadar lemak dalam tubuh perempuan secara alami lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki karena hormon estrogen yang lebih tinggi. Selain itu, perubahan mood, seperti stres, sedih, atau marah, juga dapat mempengaruhi kebiasaan makan perempuan.

Pentingnya kesadaran akan gaya hidup sehat, terutama menjelang bulan puasa, juga ditekankan dalam diskusi tersebut. Saat mendekati bulan Ramadan, banyak perempuan memiliki harapan untuk mengurangi berat badan. Para ahli, termasuk dokter Karin Wiradharma dari Perhimpunan Dokter Spesialis Klinik DKI Jakarta, menyarankan strategi untuk menjaga kesehatan dan mengatur pola makan selama puasa.

Dalam konteks sahur, disarankan agar makanan yang dikonsumsi tidak terlalu banyak mengandung gula dan karbohidrat sederhana. Makanan seperti roti manis, donat, atau makanan yang digoreng dengan tepung sebaiknya dihindari. Sebagai gantinya, konsumsilah makanan yang kaya protein dan serat, seperti sayuran, buah-buahan, dan sumber protein sehat seperti ayam tanpa kulit atau tahu.

Kontrol terhadap porsi makanan juga sangat penting. Perencanaan menu sahur yang seimbang, dengan memperhatikan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi, akan membantu menjaga energi dan kesehatan tubuh selama puasa. Dalam hal ini, prinsip “mindful eating” atau makan dengan penuh kesadaran dapat membantu menghindari makan berlebihan atau konsumsi makanan yang tidak sehat.

Selain itu, penting juga untuk memperhatikan kegiatan fisik dan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Berolahraga secara teratur, menjaga asupan cairan yang cukup, dan tidur yang cukup juga merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Dengan kesadaran akan pentingnya pola makan yang sehat dan gaya hidup yang aktif, diharapkan bahwa perempuan Indonesia dapat mengurangi risiko obesitas dan menjaga kesehatan tubuhnya, tidak hanya selama bulan puasa, tetapi juga sepanjang tahun. Terima kasih kepada dokter Karin Wiradharma atas wawancaranya yang bermanfaat dan edukatif dalam memandu kita menuju hidup yang lebih sehat dan seimbang. (*/)

(RRY)

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...