National

Angkatan Laut AS Ikut Serta dalam MNEK di Indonesia

Angkatan Laut Amerika Serikat bergabung dengan lebih dari 20 angkatan laut negara lainnya dalam upacara pembukaan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) yang diselenggarakan oleh TNI Angkatan Laut pada 16 Februari di Bali, Indonesia.

MNEK merupakan latihan militer yang menekankan kerja sama maritim multilateral dan protokol tanggap bencana. Tema MNEK tahun ini adalah “Kemitraan Maritim untuk Perdamaian dan Stabilitas” yang dirancang untuk mendorong koordinasi antara angkatan laut dari berbagai negara guna memperkuat upaya bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, membangun hubungan antara sipil dan militer, serta meningkatkan pemahaman dan kemampuan kerja sama dalam merespons daerah yang terkena dampak. Latihan ini dilaksanakan bersamaan dengan International Maritime Security Symposium (IMSS), yang merupakan simposium maritim internasional terbesar yang diadakan oleh TNI Angkatan Laut. Tema IMSS tahun ini adalah “Mengatasi Tantangan Keamanan Maritim dengan Teknologi dan Kerja Sama.”

Kapal perusak berpeluru kendali (destroyer guided-missile) kelas Arleigh Burke, USS Dewey (DDG 105) yang beroperasi di bawah Destroyer Squadron (DESRON) 15 (skuadron perusak terbesar) Angkatan Laut AS serta kekuatan utama permukaan untuk Armada ke-7 (garis depan terbesar) AS, serta pesawat P-8A Poseidon dari Komandan Task Force 72, mewakili kekuatan Angkatan Laut AS dalam latihan ini.

Kegiatan latihan yang berlangsung selama enam hari di pelabuhan mencakup lokakarya militer internasional yang berfokus pada perbaikan infrastruktur dan tanggap darurat medis, serta kegiatan pengabdian masyarakat dan pertukaran budaya. Setelah itu, latihan dilanjutkan ke fase laut, di mana kapal dan pesawat yang terlibat akan melakukan manuver terkoordinasi serta pelatihan pencarian dan penyelamatan.

Komandan Armada Pasifik AS, Laksamana Steve Koehler, mengatakan bahwa ia bangga dengan apa yang dapat dihasilkan oleh Armada Pasifik AS dan pasukan gabungan pihaknya dalam hal kekuatan militer, kemampuan pihaknya untuk bersinergi di semua domain, serta melakukan semua itu bersama sekutu dan mitra mereka. Pihaknya akan terus menjadi mitra maritim yang andal bagi semua negara yang memiliki tujuan sejalan serta bagi warga mereka dalam mendukung kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Pihaknya melakukan ini dengan kesatuan tujuan serta kekuatan yang besar dan tangguh.

Rifkah Kusmita Juniati – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...