Pelantikan Deddy Corbuzier, dan beberapa deretan artis lainnya menjadi staff khusus pemerintahan, munculkan kritik dan perdebatan di media sosial. Di tengah pemerintah yang sedang menghemat anggaran, pemerintah justru ramai mengangkat pesohor dan artis sebagai staff khusus di kementerian. Tentunya, banyak yang menganggap pelantikan ini kurang tepat, dan lebih baik mengalokasikan anggaran tersebut untuk hal lain yang lebih penting.
Basis dari band Feast, Fadli Fikriawan, memberikan pendapat melalui akun media sosialnya. Fadli mengatakan dari pada ngegaji Deddy Corbuzier, Rafi Ahmad, dan Staffsus tidak berguna lainnya, lebih baik anggarannya digunakan untuk membenahkan sistem pemantau bencana, menaikkan kesejahteraan guru dan dosen, atau memperbaiki akses jalanan di daerah.
Selain itu, pengamat politik dari Indonesia Political Opinion, Dedi Kurniansyah juga mengatakan, hal yang dikhawatirkan adalah ketika sebenarnya pemerintah tidak membutuhkan staff khusus untuk membantu dalam bekerja. Namun, justru terlihat seperti krisis kepercayaan diri untuk menghadapi gelombang penilaian publik, sehingga diperlukan orang-orang yang terkenal, untuk membela dan membangun reputasi baik pada pemerintah.
Lalu, Dedi juga berpendapat, sebenarnya tidak perlu menarik Deddy Corbuzier sebagai staff khusus. Cukup merancang anggaran untuk kerja sama profesional saja, jika tujuannya menaikkan citra pemerintah. Meskipun hal tersebut juga keputusan yang tidak bijak, dan memakai anggaran negara, setidaknya itu lebih terhormat dan profesional, dibanding harus menempatkan Deddy Corbuzier dalam jabatan yang struktural, dan formal.
Dedi menegaskan kalau hal-hal positif yang dilakukan pemerintah memang sudah seharusnya, tidak perlu menggunakan buzzer untuk mengatakan keberhasilan-keberhasilan pemerintah kepada publik. Namun, kalau ada hal yang harus dikritik, itu memang harus dilakukan, supaya seimbang. Ada kritik dari masyarakat dan juga lembaga tertentu, terhadap kebijakan pemerintah.
Andhika Rakatama – Redaksi