Government National

Kementerian PU Perkuat Kerja Sama untuk Optimalisasi Konstruksi Baja dalam Pembangunan Infrastruktur

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong kolaborasi dengan mitra jasa konstruksi untuk meningkatkan penggunaan baja dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan, Yudha Mediawan, menyatakan bahwa keterlibatan industri dalam negeri secara optimal dibutuhkan untuk mencapai sasaran PU608. Hal ini disampaikannya dalam pembukaan Musyawarah Nasional III Indonesian Society of Steel Construction (ISSC) di Jakarta.

Menurut Yudha, pemerintah fokus pada kesiapan sumber daya konstruksi baja dalam negeri yang lebih cepat dan atraktif dari segi desain dan teknologi. Penggunaan baja diproyeksikan meningkat pada gedung tinggi, jembatan bentang panjang, konstruksi ramah gempa, dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, penggunaan baja di Indonesia pada sektor konstruksi adalah sebesar 78% (40% untuk infrastruktur dan 30% untuk non-infrastruktur).

Namun, industri konstruksi baja di Indonesia masih tertinggal dibandingkan beton karena kurangnya regulasi, sertifikasi, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Untuk itu, Kementerian PU mendorong ISSC untuk meningkatkan kapasitas konstruksi baja nasional dan melindungi pasar dalam negeri dari produk impor.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kementerian PU mendorong ISSC untuk meningkatkan kapasitas konstruksi baja nasional dan memperkuat ekosistem industri baja dalam negeri. ISSC diharapkan berkolaborasi dengan pemerintah dalam pengawasan konstruksi baja serta melindungi pasar dalam negeri dari produk impor.

Princess Jessica – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...