Government

Kementrian PU Dorong Penerapan Building Information Modelling

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan industri konstruksi di Indonesia berbasis teknologi, khususnya melalui penerapan Building Information Modelling (BIM), guna mewujudkan penyelenggaraan konstruksi yang berkelanjutan sesuai dengan amanat Permen PUPR Nomor 9 Tahun 2021.

Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti menjelaskan bahwa implementasi BIM memiliki banyak manfaat, antara lain meningkatkan efisiensi dan akurasi, meminimalkan risiko, serta mempermudah proses monitoring dan evaluasi pada setiap tahapan pembangunan. BIM juga membantu proses desain dan konstruksi menjadi lebih ramping dan transparan, menghindari kesalahan dari perencanaan hingga pelaksanaan, serta mempercepat waktu pembangunan.

Diana menambahkan bahwa keberlanjutan BIM pada tahap operasional infrastruktur sangat penting untuk memastikan sistem manajemen bangunan berjalan dengan baik, seperti dalam penggunaan Building Management System (BMS) dan Building Energy Management System (BEMS). Selain itu, BIM mendukung pengembangan Bangunan Gedung Cerdas (BGC) selama pemanfaatan infrastruktur.

Hingga 2024, kementerian PU telah menerapkan BIM pada lebih dari 28 proyek, termasuk 14 pasar di Sumatera Barat, NTB, Jawa Tengah, Bali, Ambon, Manokwari, dan Padang, serta 5 fasilitas olahraga seperti Arena Aquatic di Papua, Istora Papua Bangkit, Indoor Multifunction Stadium, Fasilitas Pemusatan Latihan Nasional Olahraga Atletik Pangalengan, dan Stadion Utama Sumatera Utara. Selain itu, ada juga 8 fasilitas pendidikan, termasuk kampus, prototipe sekolah dan madrasah, serta Pusbangkom PU. BIM juga diwajibkan untuk proyek-proyek di IKN.

Untuk mendukung penerapan BIM, Kementerian PU melakukan berbagai langkah, seperti mencantumkan persyaratan personil BIM dalam dokumen tender dan menggunakan e-katalog untuk meningkatkan mutu, biaya, dan waktu proyek. Kementerian PU juga memanfaatkan BIM dalam pengembangan prototipe sarana pendidikan dan pasar dengan berbagai sistem konstruksi, termasuk konvensional, RISHA, dan kayu.

Diana juga menjelaskan bahwa Kementerian PU secara rutin mengadakan pelatihan terkait software dan hardware untuk tim BIM di unit kerja, serta mengembangkan studio BIM dan menyelenggarakan kegiatan BIM Week untuk meningkatkan kesadaran dan mempercepat implementasi BIM. Selain itu, pemerintah juga berperan dalam pengawasan, pemeriksaan, dan pembinaan melalui kebijakan, penguatan SDM, serta pengembangan sarana untuk mendorong transformasi teknologi di sektor konstruksi.

Namun Diana menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri tetap diperlukan agar penerapan BIM dapat meningkatkan standar konstruksi dan keselamatan masyarakat. Pemerintah berkomitmen untuk mendukung transformasi digital di bidang konstruksi dan memastikan penerapan BIM secara konsisten di seluruh Indonesia.

(Christy Gracia Manalu – Redaksi)

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...