Komnas Disabilitas menghadapi pemotongan anggaran yang signifikan, dari Rp 5,6 miliar menjadi hanya Rp 500 juta. Komisioner Komnas Disabilitas, Fatimah Asri Mutmainnah, menyatakan keprihatinannya terhadap dampak pemangkasan ini, terutama pada kegiatan pemantauan penyandang disabilitas di berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa pemantauan merupakan mandat Undang-Undang yang harus dijalankan bersama evaluasi dan advokasi.
Fatimah menjelaskan bahwa pemantauan sangat bergantung pada perjalanan dinas ke daerah, yang kini terancam akibat keterbatasan anggaran. Menurutnya, pemantauan langsung lebih efektif dibandingkan hanya dilakukan secara daring. Dengan berkunjung ke lapangan, Komnas dapat mempertemukan pemangku kebijakan dengan penyandang disabilitas agar aspirasi mereka bisa dicatat langsung oleh pemerintah daerah dan dijadikan dasar evaluasi.
Selain itu, Komnas Disabilitas juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan Dinas Ketenagakerjaan, untuk mendorong pembentukan unit layanan disabilitas. Salah satu rekomendasi utama dari hasil pemantauan adalah perlunya peraturan daerah (perda) yang mendukung hak-hak penyandang disabilitas. Komnas telah mengidentifikasi daerah yang belum memiliki perda dan mendorong Kementerian Dalam Negeri agar meminta pemerintah daerah segera menyusunnya.
Fatimah menyebutkan bahwa hingga saat ini, pihaknya masih menunggu Kementerian Sosial untuk melakukan rekonstruksi anggaran, mengingat Komnas Disabilitas masih berada di bawah Sekretariat Jenderal Kemensos. Ia juga mengungkapkan bahwa lembaganya belum menerima dokumen resmi terkait pemotongan anggaran tersebut, meskipun informasi yang beredar menyebutkan anggaran yang tersisa hanya di bawah Rp 1 miliar.
Dengan keterbatasan dana ini, Fatimah khawatir tugas pemantauan dan advokasi penyandang disabilitas akan terhambat. Ia berharap pemerintah dapat meninjau kembali anggaran agar Komnas Disabilitas tetap bisa menjalankan tugasnya secara optimal dalam melindungi hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia.
#
Ayesha Julia Putri – Redaksi