Presiden Prabowo Subianto menegaskan kepada para pemerintah kabupaten agar jangan mengartikan efisiensi APBN sama dengan pemotongan dana transfer daerah. Ia menyatakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat akan dialokasikan lagi ke kabupaten seluruh Indonesia dalam bentuk program seperti revitalisasi sekolah, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan lain-lain.
“Efisiensi jangan diartikan potong transfer daerah,” ucap Prabowo di kawasan Tangerang, dikutip dari siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (28/08/2025).
Prabowo mengungkapkan, transfer ke daerah ada yang bersifat langsung dan tidak langsung. Contohnya adalah MBG, ia mengatakan program ini menjangkau sampai ke desa, kecamatan, dan kabupaten. Berdasarkan laporan Kepala Badan Gizi Nasional, sampai saat ini MBG telah menjangkau 23 juta penerima manfaat. Adapun pemerintah menargetkan total penerima manfaat pada akhir tahun mencapai 82,9 juta.
“Mereka akan kita urus, mereka akan kita bela, karena mereka anak Indonesia, tanggung jawab Republik Indonesia. Tidak boleh ada anak Indonesia yang berangkat ke sekolah tidak makan yang baik, minimal dia makan di sekolah makan yang baik,” ucap Prabowo.
Diketahui dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, anggaran transfer daerah ditetapkan sebesar Rp 650 triliun. Angka ini menyusut dari alokasi APBN 2025 yang mencapai Rp 919 triliun dengan outlook mencapai Rp 864,1 triliun.
Muhammad Nuzul Ramadhan – Redaksi