Pemerintah menargetkan pembangunan 22 rumah sakit yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat atau Quick Win Presiden Prabowo Subianto akan selesai sepenuhnya pada Februari 2026. Dari jumlah tersebut, beberapa unit sudah siap beroperasi dan direncanakan diresmikan mulai Desember 2025 ini.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, melaporkan kepada Presiden bahwa dua rumah sakit di Kabupaten Kepulauan Anambas dan Bengkulu Tengah telah siap untuk diresmikan. Masing-masing rumah sakit tersebut memiliki kapasitas 100 kamar dan dibangun dengan standar fasilitas medis modern sesuai arahan Presiden guna memperluas akses kesehatan masyarakat di daerah. Meski pembangunan fisik berjalan lancar, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah ketersediaan tenaga medis.
Menkes mengungkapkan bahwa 56 persen dokter spesialis wajib masih belum tersedia untuk mengisi rumah sakit tersebut. Untuk mengatasi hal ini, Kemenkes meluncurkan program percepatan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based) di enam lokasi.
Program pendidikan spesialis ini memprioritaskan putra-putri daerah dari wilayah seperti Nias, Nabire, Asmat, dan Supa agar nantinya dapat mengabdi di daerah asal mereka. Proses pendidikan ini mendapatkan bimbingan melalui akreditasi berstandar internasional (Amerika Serikat) yang telah sukses mereformasi sistem pendidikan kedokteran di Singapura, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Zahra Rahmanda Oktafiani – Redaksi

