Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengungkapkan nominal bantuan tunai yang telah disepakati pemerintah untuk para korban bencana banjir lumpur dan gelondongan kayu di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Gus Ipul menyampaikan dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana pada Selasa kemarin bahwa pemerintah mengalokasikan Rp3 juta per kepala keluarga untuk pembelian perabotan rumah tangga, serta Rp5 juta untuk mendukung pemulihan ekonomi keluarga. Selain itu, keluarga korban meninggal dunia akan menerima santunan sebesar Rp15 juta, sementara korban luka berat memperoleh bantuan Rp5 juta.
Pemerintah juga menyiapkan bantuan tunai tambahan berupa uang lauk pauk sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan bagi warga yang tinggal di hunian sementara. Sementara itu, bagi 16ribu lebih kepala keluarga yang memilih tidak menempati hunian sementara, pemerintah menyalurkan Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu per bulan.
Adapula bantuan untuk isian rumah yang nilainya Rp 3 juta bagi setiap keluarga. Mensos menekankan, nilai bantuan yang totalnya sebesar Rp 8 juta per keluarga dan Rp 1,35 juta per orang itu telah didiskusikan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Lebih dari satu bulan setelah banjir bandang melanda Sumatra pada akhir November 2025, proses pemulihan terus bergulir. Pemerintah bersama sektor swasta masih menyalurkan bantuan bagi ribuan keluarga terdampak, sementara pemulihan infrastruktur vital seperti listrik dan telekomunikasi di sebagian besar wilayah telah mendekati tahap akhir.
Dari sisi pembiayaan negara, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah telah mencairkan Dana Kemasyarakatan Presiden senilai Rp268 miliar, serta menyiapkan dana siap pakai Rp1,51 triliun melalui BNPB. Untuk kebutuhan rekonstruksi jangka panjang, pemerintah mengalokasikan Rp51 triliun dari APBN 2026.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

