Pemulihan layanan kesehatan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang menjadi sorotan utama, terutama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang yang berperan vital bagi masyarakat. Pascabanjir, fasilitas rumah sakit terdampak lumpur dan sampah yang mengganggu operasional layanan medis. Negara hadir melalui kerja bersama berbagai unsur untuk memastikan layanan kesehatan segera pulih. Upaya ini menunjukkan bahwa kesehatan publik ditempatkan sebagai prioritas dalam fase pemulihan bencana.
Relawan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), pegawai Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan masyarakat bergotong royong membersihkan area rumah sakit. Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, mencakup halaman, lorong bangunan, hingga fasilitas umum dan peralatan medis. Tempat tidur pasien, meja, dan kursi dibersihkan agar rumah sakit dapat kembali berfungsi. Alat berat seperti ekskavator juga dikerahkan untuk mempercepat pengangkatan lumpur dan material sisa banjir.
Partisipasi relawan datang dari berbagai daerah, termasuk dari Kota Medan, didorong oleh semangat kemanusiaan dan persaudaraan nasional. Salah satu relawan menyampaikan kepeduliannya terhadap masyarakat Aceh Tamiang serta harapan agar daerah tersebut segera pulih. Mereka menilai sektor kesehatan membutuhkan perhatian khusus karena banyak peralatan medis dan obat-obatan yang rusak. Pesan moral yang disampaikan adalah ajakan untuk tidak putus asa menghadapi cobaan.
Selain relawan sipil, Kodam Iskandar Muda menurunkan ratusan prajurit dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 853/Bawar Reje Bur untuk membantu pembersihan. Keterlibatan aparat dan masyarakat lintas usia mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dalam menghadapi krisis. Pemerintah bersama berbagai elemen terus mendorong percepatan pemulihan fasilitas kesehatan. Langkah ini diharapkan memastikan layanan kesehatan bagi warga terdampak dapat kembali berjalan normal dan berkelanjutan.
Alexander Jason – Redaksi

