Pembangunan jembatan bailey di Kabupaten Bireuen, Aceh, yang menjadi salah satu prioritas percepatan infrastruktur Presiden RI Prabowo Subianto, dijadwalkan mulai beroperasi secara optimal pada Kamis (18/12). Hingga awal pekan ini, pengerjaan jembatan telah mencapai 85 persen dan terus dikebut guna memulihkan konektivitas yang sebelumnya terputus total akibat banjir bandang dan longsor. Infrastruktur darurat ini memiliki peran sangat krusial karena merupakan jalur alternatif penghubung utama antara Medan dan Banda Aceh, serta menjadi akses penghubung bagi warga di Kecamatan Peusangan Selatan dan Peusangan Siblah Krueng.
Warga setempat mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas respons cepat pemerintah dalam menangani keterisolasian wilayah mereka. Sejak akses darat terbelah oleh terjangan air, aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat sempat lumpuh total. Dengan hadirnya jembatan bailey ini, masyarakat merasa sangat terbantu dan menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden atas perhatian nyata yang diberikan kepada wilayah terdampak bencana di Aceh.
Komitmen pemerintah dalam pemulihan pascabencana ini terlihat dari intensitas kunjungan Presiden Prabowo yang telah tiga kali meninjau langsung kondisi di Aceh, selain kunjungannya ke Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Presiden menegaskan akan memantau proses rehabilitasi secara berkelanjutan dengan rencana kunjungan rutin minimal satu minggu sekali. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap kendala di lapangan dapat segera teratasi dan proses normalisasi aktivitas warga berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Zahra Rahmanda Oktafiani – Redaksi

