World

AS Resmi Bentuk Dewan Perdamaian Gaza di Bawah Kepemimpinan Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi membentuk Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace Gaza). Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui pernyataan di platform Truth Social pada Kamis (15/1/2026).

Dalam unggahannya, Trump menyatakan bahwa pembentukan Dewan Perdamaian merupakan langkah penting dalam upaya mengakhiri konflik berkepanjangan di Gaza. Ia menegaskan bahwa susunan anggota dewan akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk mengumumkan bahwa Dewan Perdamaian telah dibentuk,” tulis Trump.

Ia menambahkan bahwa badan tersebut akan menjadi dewan paling bergengsi yang pernah dibentuk. Pembentukan Dewan Perdamaian ini berlangsung tak lama setelah diumumkannya pembentukan komite teknokrat Palestina yang akan mengelola pemerintahan Gaza pascaperang. Komite yang beranggotakan 15 orang tersebut akan bekerja di bawah pengawasan Dewan Perdamaian, dengan Trump bertindak sebagai ketuanya.

Keberadaan Dewan Perdamaian Gaza juga telah memperoleh legitimasi internasional setelah disepakati oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada 17 November lalu. Melalui resolusi tersebut, Dewan Perdamaian diberi mandat untuk membentuk Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) guna membantu mengamankan Gaza serta melatih unit kepolisian Palestina.

Perkembangan ini beriringan dengan dimulainya fase kedua gencatan senjata Gaza yang resmi berlaku pada Rabu (14/1/2026). Utusan Khusus Presiden Trump, Steve Witkoff, menyampaikan bahwa fase kedua akan berfokus pada demiliterisasi, pembentukan pemerintahan teknokratis, serta rekonstruksi wilayah.

“Hari ini, atas nama Presiden Trump, kami mengumumkan peluncuran Fase Dua dari Rencana 20 Poin Presiden untuk Mengakhiri Konflik Gaza,” ujar Witkoff melalui unggahan di platform X.

Dalam pernyataan terpisah, Trump menyebut bahwa selama fase pertama gencatan senjata, bantuan kemanusiaan telah berhasil menjangkau warga Gaza dalam jumlah besar. Hal tersebut, menurutnya, menjadi dasar dimulainya fase lanjutan dari proses perdamaian.

Sebagai Ketua Dewan Perdamaian, Trump juga menyatakan dukungannya terhadap Pemerintah Teknokrat Palestina yang baru dibentuk, yakni Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), untuk memimpin Gaza selama masa transisi. Ia menegaskan bahwa para pemimpin Palestina yang terlibat berkomitmen pada masa depan yang damai.

Gencatan senjata Gaza pertama kali diberlakukan pada 10 Oktober 2025 sebagai bagian dari rencana perdamaian yang diajukan Trump pada 29 September sebelumnya. Fase pertama mencakup pemulangan sandera Hamas dan Israel, baik yang masih hidup maupun telah meninggal dunia, serta penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.

Meski demikian, berbagai laporan menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza masih belum mencukupi kebutuhan di lapangan. Kekerasan juga dilaporkan masih terjadi, dengan Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 451 korban jiwa sejak gencatan senjata diberlakukan.

Di sisi lain, warga Palestina menegaskan bahwa perdamaian hanya dapat tercapai apabila Israel menarik seluruh pasukannya dari Gaza, sebuah langkah yang hingga kini ditentang keras oleh Israel. Sementara itu, Hamas menyatakan penolakan terhadap rencana perdamaian yang mensyaratkan pelucutan senjata, tuntutan yang datang dari pihak Israel.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...