World

Di Tengah Ketegangan, Trump Sampaikan Dua Ultimatum kepada Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan dua ultimatum kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berada di sekitar Kennedy Center pada Kamis (29/1).

Trump menegaskan bahwa ultimatum pertama adalah larangan mutlak bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir, sementara ultimatum kedua menuntut pemerintah Iran menghentikan tindakan represif terhadap demonstran. Menurut Trump, ribuan pengunjuk rasa dilaporkan tewas akibat tindakan aparat keamanan.

“Ya, saya sudah memberi tahu mereka dua hal. Pertama: tidak ada nuklir, dan yang kedua: berhenti membunuh pedemo. Mereka membunuh ribuan pedemo,” ujar Trump, seperti dikutip Reuters.

Dalam pernyataannya, Trump juga mengklaim telah berperan dalam menggagalkan 837 eksekusi gantung di Iran. Meski demikian, ia menilai pemerintah Iran masih harus mengambil langkah konkret untuk meredam eskalasi kekerasan di dalam negeri.

Ketegangan semakin meningkat ketika demonstrasi di berbagai wilayah Iran dilaporkan memanas. Amerika Serikat pun mengancam akan melancarkan serangan militer jika kekerasan terhadap demonstran terus berlanjut. Laporan menyebutkan jumlah korban tewas dalam aksi protes tersebut mencapai sekitar 5.000 jiwa.

Di sisi lain, pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan sekutunya, Israel, sebagai pihak yang memicu kerusuhan. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap demonstran yang dianggap merusak fasilitas umum dan mengganggu stabilitas negara.

Meski mengeluarkan ancaman keras, Trump menyebut masih ada peluang dialog dengan pemerintah Iran. Namun, ia tidak merinci waktu maupun agenda pembahasan yang dimaksud.

“Ya, saya sudah merencanakan dan berencana untuk melakukan,” kata Trump saat ditanya mengenai kemungkinan pembicaraan dengan Iran.

Trump juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan kekuatan militer besar ke kawasan Timur Tengah. Armada tersebut mencakup 10 kapal perang, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln, tiga kapal perusak, serta pesawat tempur F-35C.

“Kami punya banyak kapal yang sangat besar dan kuat yang saat ini berlayar menuju Iran. Dan itu akan menjadi hal yang baik jika kita tidak perlu menggunakannya,” ujar Trump.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...