Densus 88 Antiteror Polri bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI) tampil sebagai pembicara dalam Workshop Moderasi Pesantren FKPP Eks JI. Kegiatan ini digelar di Gedung Syahida Inn, Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat, Tangerang, pada Rabu, 21 Januari 2026. Workshop tersebut diarahkan untuk memperkuat nilai keislaman moderat, ideologi Pancasila, dan komitmen kebangsaan. Pesantren diposisikan sebagai aktor strategis dalam menjaga harmoni sosial dan ideologi negara.
Kepala Subdirektorat Kontra Radikal Densus 88 AT Polri, Kbp Joko Dwi Harsono, menegaskan pentingnya koordinasi strategis lintas sektor. Ia menilai sinergi antara pesantren, BPIP RI, pemerintah, dan elemen masyarakat menjadi kunci penguatan moderasi beragama. Menurutnya, pesantren memiliki peran sentral dalam membumikan nilai kebangsaan di tingkat akar rumput. Kolaborasi ini dipandang sebagai langkah preventif menghadapi potensi paham intoleran dan ekstrem.
Workshop tersebut menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Pancasila, toleransi, dan kebinekaan ke dalam kurikulum pesantren. Pengasuh, ustadz, dan pengelola pesantren didorong untuk menerapkan prinsip moderasi beragama dalam proses pendidikan dan pengasuhan santri. Pendekatan ini diharapkan membentuk pola pikir santri yang inklusif dan berwawasan kebangsaan. Pendidikan pesantren diposisikan tidak hanya sebagai pusat keilmuan agama, tetapi juga pembentuk karakter warga negara.
Melalui kegiatan ini, pesantren diharapkan menjadi benteng ideologi Pancasila. Peran tersebut sekaligus menempatkan pesantren sebagai garda terdepan dalam pencegahan paham intoleran, radikal, dan ekstrem. Upaya ini mencerminkan strategi jangka panjang negara dalam menjaga keutuhan sosial. Penguatan moderasi di lingkungan pesantren dinilai sebagai investasi ideologis bagi masa depan bangsa.
Alexander Jason – Redaksi

