Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka Seminar Nasional sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI) di Balai Kota Jakarta, Selasa (20/1). Dengan tema “Resiliensi, Endurance, dan Daya Tahan BPD di Tengah Perubahan”, acara ini bertujuan memperkuat peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai lembaga yang kuat, berkontribusi, dan kompetitif.
Pramono menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta bangga menjadi tuan rumah penyelengaraan Seminar Nasional dan Rakernas FKDK BPDSI. Menurutnya, forum ini dapat menjadi wadah strategis untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam memperkuat peran BPD agar semakin tangguh dan kompetitif.
Pramono menegaskan bahwa profesionalisme sangat penting sebagai kunci utama agar BPD dapat berkembang secara sehat, kompetitif, dan memberikan kontribusi maksimal terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberi keleluasaan bagi manajemen BPD bekerja secara profesional tanpa campur tangan yang berlebihan.
Gubernur Pramono turut memberikan contoh kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam mengelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), salah satunya Bank Jakarta, yang dijalankan dengan prinsip profesional dan akuntabel. Pemprov DKI memberikan kepercayaan penuh kepada direksi dan komisaris yang terpilih secara profesional untuk bekerja secara maksimal.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga turut berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional, dengan andil mencapai sekitar 16,39 persen terhadap PDB. Maka dari itu, pengelolaan BUMD dan BPD secara profesional memainkan peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Pramono mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ini guna memperkuat integritas, membangun budaya kerja profesional, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BPD.
Nuke Aryandhita – Redaksi

