Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri secara resmi membuka Pelatihan Komunikasi Sosial yang digelar di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Kamis (29/1). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat kapasitas personel Polri dalam membangun komunikasi, kemitraan, dan pelayanan publik di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Asep Edi menegaskan bahwa pembinaan masyarakat merupakan elemen fundamental dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia menyebut kepercayaan publik sebagai modal utama Polri dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, tanpa kepercayaan masyarakat, setiap langkah kepolisian berpotensi disalahartikan meskipun dilakukan secara benar. Karena itu, ia menekankan pentingnya penyampaian tindakan kepolisian dengan pendekatan yang tepat, santun, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
Selain itu, Kapolda juga menekankan pentingnya peran fungsi pembinaan, khususnya Binmas dan Bhabinkamtibmas, sebagai ujung tombak community policing dan problem solver di tingkat wilayah. Dalam keterbatasan jumlah personel, Asep Edi menyebut kualitas kehadiran dan kualitas komunikasi dinilai menjadi faktor utama efektivitas pelayanan kepolisian.
Melalui pelatihan ini, jajaran diharapkan memiliki pemahaman yang lebih kuat terkait strategi komunikasi publik, pendekatan persuasif, serta pengelolaan dinamika sosial masyarakat, sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini tanpa menimbulkan resistensi publik.
Menutup arahannya, Kapolda Metro mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pembinaan masyarakat sebagai investasi kepercayaan jangka panjang melalui sinergi lintas fungsi serta keselarasan pesan dan sikap kelembagaan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan martabat Polri di mata publik.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 1.211 personel Polda Metro Jaya, yang terdiri dari unsur Ditsamapta, Satbrimob, para Kapolsek, pejabat fungsi Binmas, Pamapta Polres, hingga seluruh Bhabinkamtibmas di jajaran Polda Metro Jaya.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

