Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mengimbau Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk mulai mempersiapkan opsi evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Venezuela menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Menurut Dave, langkah antisipatif perlu disiapkan sejak dini meskipun pelaksanaannya tetap menunggu perkembangan situasi di lapangan.
Dave menegaskan bahwa kesiapan evakuasi merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam melindungi warga negaranya di luar negeri, terutama di tengah situasi keamanan yang tidak menentu. Namun demikian, ia mengingatkan agar pemerintah tidak bertindak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.
Ia menjelaskan, persiapan evakuasi harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup kesiapan logistik, pemetaan jalur evakuasi, serta komunikasi yang intensif dengan WNI yang berada di Venezuela. Menurutnya, seluruh aspek teknis tersebut perlu disusun secara matang agar pemerintah dapat bergerak cepat apabila situasi memburuk.
“Kesiapan logistik, jalur evakuasi, dan komunikasi dengan WNI harus sudah disusun, sehingga bila keadaan mendesak, pemerintah dapat bergerak cepat,” kata Dave.
Di sisi lain, Dave juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan sikap diplomasi Indonesia dalam merespons dinamika geopolitik yang berkembang. Ia menilai Indonesia harus tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif, tidak berpihak, namun konsisten dalam membela keselamatan warga negaranya.
“Pada saat yang sama, Indonesia perlu menjaga posisi diplomatis yang seimbang, yaitu mengedepankan prinsip politik luar negeri bebas aktif, tidak berpihak, namun tetap konsisten membela keselamatan warga negara,” tuturnya.
Dave menambahkan, Komisi I DPR RI akan terus mengawal langkah-langkah Kemlu agar setiap kebijakan yang diambil sejalan dengan kepentingan nasional serta ketentuan hukum internasional. Menurutnya, keselamatan WNI harus menjadi fokus utama pemerintah di tengah situasi yang terus berkembang.
“Dengan demikian, pesan utama Komisi I DPR RI jelas, keselamatan WNI adalah prioritas, kesiapan evakuasi harus ada, dan diplomasi Indonesia harus tetap tegas namun bijak dalam menghadapi dinamika ini,” ujar Dave.
Sebelumnya diberitakan, pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu (3/1/2025) dini hari. Pemerintah AS menyebut Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah. Presiden AS Donald Trump juga mendesak Maduro untuk menyerahkan kekuasaan dan menudingnya memiliki keterkaitan dengan kartel narkoba yang disebut bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS akibat peredaran narkoba ilegal.
Akbari Danico – Redaksi

