Gebyar pertunjukan musik bertajuk Jakarta Musik Festival memeriahkan malam pergantian tahun di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Sejumlah grup band lintas genre tampil sejak sekitar pukul 22.20 dan menghibur ribuan warga yang hadir. Konser ini mengajak pengunjung bernyanyi dan bergoyang bersama dalam suasana meriah namun tertib. Acara tersebut menjadi pusat perayaan tahun baru di jantung ibu kota.
Selain menikmati hiburan, pengunjung diajak berdonasi melalui barcode yang ditampilkan di videotron dan banner di sekitar panggung. Tasya, salah satu pengunjung, menilai perayaan ini memiliki makna lebih karena memadukan hiburan dengan empati bagi korban bencana. Ia juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan larangan pesta kembang api sebagai bentuk penghormatan bagi warga yang sedang tertimpa musibah. Pendapat ini mencerminkan respons positif terhadap pendekatan perayaan yang lebih berempati.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengapresiasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atas penyelenggaraan acara tersebut. Ia mengajak masyarakat menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu warga terdampak bencana di berbagai daerah. Menurutnya, perayaan tahun baru kali ini sengaja dibuat berbeda dengan meniadakan kembang api demi menumbuhkan rasa kepedulian. Pesan ini menegaskan orientasi sosial dari perayaan publik tersebut.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Parekraf, Puji Hastuti, menyebut total donasi di wilayah DKI Jakarta mencapai sekitar Rp2,9 miliar. Acara ini juga diisi doa lintas agama yang dipimpin tokoh-tokoh berbagai kepercayaan untuk mendoakan pemulihan dan keberkahan. Doa tersebut menekankan harapan agar bencana segera berakhir dan pembangunan berjalan lancar. Dengan demikian, perayaan ini menggabungkan hiburan, solidaritas, dan refleksi spiritual dalam satu rangkaian kegiatan.
Alexander Jason – Redaksi

