Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti memastikan kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak bencana di Sumatra Utara dapat kembali berjalan mulai 5 Januari 2026. Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti dalam sambutannnya pada Peresmian Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kota Medan, Minggu 4/1/2025) kemarin.
Abdul Mu’ti menyampaikan, sebanyak 1.215 sekolah terdampak musibah banjir bandang dan longsor yang terjadi di Sumatra Utara. Ia menjelaskan, sebagian sekolah hingga saat ini masih menjalani persiapan untuk pembelajaran darurat dan pembersihan pascabanjir serta tanah longsor. Mereka yang belajar menggunakan tenda terapat 19 sekolah atau 1,6 persen, dan masih dalam proses pembersihan 29 sekolah atau 2,4 persen.
Untuk satuan pendidikan yang belum sepenuhnya pulih, Kemendikdasmen telah menyiapkan kebijakan bagaimana pembelajaran dan asesmen untuk sekolah-sekolah yang terdampak banjir dan tanah longsor berjalan dengan kurikulum yang dirancang secara khusus.
Abdul Mu’ti menegaskan, pendekatan yang digunakan bersifat adaptif dan fleksibel, menyesuaikan kondisi lapangan tanpa mengurangi semangat belajar siswa.
Pada kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pemulihan pendidikan di Sumatra Utara. Ia berterima kasih kepada jajaran Kemendikdasmen, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, para wali kota dan bupati, serta penyelenggara satuan pendidikan dan para kepala sekolah di semua jenjang.
Dukungan tersebut dinilai krusial dalam menyukseskan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya terkait revitalisasi satuan pendidikan dan sekolah. Dengan sejumlah program itu, para murid di wilayah terdampak bencana diharapkan tetap mendapatkan hak belajar secara layak dan berkelanjutan.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

