National

Mendiktisaintek: Presiden Tiga Kali Undang Rektor dan Guru Besar, Tanda Harapan Besar kepada Kampus

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan, undangan Presiden RI Prabowo Subianto yang ketiga kalinya dalam kurun setahun kepada para pimpinan perguruan tinggi dan guru besar punya makna penting. Menurutnya, ini merupakan bukti harapan besar negara terhadap peran akademisi ikut mendorong pembangunan nasional.

Menurut Brian, undangan berulang itu bukan sekadar formalitas, melainkan amanat jelas agar kampus aktif mengambil peran strategis dalam penguasaan sains, teknologi, serta pengembangan riset yang mendukung industri nasional.

“Ini adalah suatu amanat yang besar, harapan yang besar dari bangsa, harapan besar dari Bapak Presiden bagaimana para pimpinan perguruan tinggi, bagaimana perguruan tinggi itu bisa mengambil peran yang penting pada pembangunan di Indonesia,” ujar Brian mengutip arahan Prabowo yang melibatkan sekitar 1.000 akademisi saat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1).

Brian mengatakan, pada pertemuan tersebut Prabowo menyerukan refleksi dan tindakan konkret dari kalangan akademisi untuk memberi manfaat langsung kepada masyarakat dan negara.

“Pak Presiden menyampaikan, para pimpinan perguruan tinggi maupun para guru besar adalah “brains of our country”. Jadi berkumpulnya orang-orang pintar yang seharusnya menjadi insan yang berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Dalam penjelasan yang disampaikan usai pertemuan, Brian menguraikan beberapa pesan kunci Prabowo. Pertama, perlunya kemandirian negara di tengah pergeseran geopolitik. Perguruan tinggi merupakan lokomotif penguasaan sains dan teknologi. Untuk itu, harus bisa menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berintegritas.

Brian menegaskan bahwa riset dan inovasi harus berjalan seiring dengan pengembangan industri dalam negeri.

“Riset dan teknologi harus berjalan beriringan dengan industri. Riset harus mendorong lahirnya industri berbasis sains dan teknologi yang mengangkat pendapatan negara,” katanya.

Dia juga mengumumkan langkah konkret yang disampaikan Prabowo, yakni penambahan alokasi dana riset dan inovasi untuk seluruh perguruan tinggi sebesar Rp4 triliun. Menurut Brian, besaran ini masih akan dikoordinasikan secara teknis dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretariat Negara. Meski begitu, ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah untuk memperkuat kapasitas penelitian nasional.

Lebih lanjut, Brian menambahkan, Prabowo juga menyinggung prioritas riset yang dibutuhkan untuk mendukung 18 proyek hilirisasi industri strategis, termasuk inisiatif waste-to-energy, hilirisasi mineral, dan hilirisasi pangan. Brian menekankan bahwa perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, diharapkan mem-back up proyek-proyek strategis tersebut melalui riset terapan dan pengembangan SDM yang relevan.

Brian mengatakan, Prabowo akan kembali mengundang para pimpinan perguruan tinggi dan guru besar untuk membahas langkah-langkah konkret pelaksanaan arahan tersebut.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...