National

Pembangunan Lima Jembatan Bailey di Aceh Capai Lebih 50 Persen

Pembangunan lima jembatan darurat (Bailey) di Aceh pada Minggu (11/1/2026) kemarin telah melampaui 50 persen. Jika selesai, jembatan-jembatan tersebut diharapkan dapat memulihkan konektivitas di sejumlah wilayah yang sempat terputus akibat banjir bandang dan longsor.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan, pembukaan kembali jalur di Aceh telah memasuki tahap akhir dan tinggal selangkah lagi untuk dapat terhubung secara fungsional.

Pembangunan Kelima jembatan dengan progres signifikan tersebut berada di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Timur. Jembatan-jembatan tersebut dibangun TNI melalui Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda.

Di Kabupaten Bener Meriah, tiga jembatan Bailey mencatat kemajuan pembangunan yang pesat, di mana progresnya sudah mencapai lebih dari 80 persen.

Jembatan Bener Kelipah di ruas Aceh Utara–Bener Meriah–Takengon tercatat telah mencapai progres 91 persen. Pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi pemasangan plat lantai, peneguh jembatan, serta persiapan material batu untuk pembangunan oprit.

Sementara itu, Jembatan Jamur Ujung 2 yang berada di ruas Bireuen–Bener Meriah–Takengon mencatat progres tertinggi, yakni 97 persen, setelah penyelesaian oprit dan perapihan struktur jembatan.

Adapun Jembatan Wehni Rongka di ruas jalan yang sama telah mencapai progres 80 persen, seiring rampungnya pemasangan struktur utama, gelagar lantai, dan plat lantai.

TNI memastikan akan terus mempercepat pembangunan seluruh jembatan darurat tersebut. Dengan tambahan lima jembatan yang tengah dikebut ini, dan 11 jembatan Bailey yang sebelumnya telah rampung, maka total jembatan darurat yang berhasil dibangun di Aceh diperkirakan akan mencapai 16 unit dalam waktu dekat.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...