National

Pembangunan Sejumlah Jembatan Gantung di Sumut Segera Dimulai

Pembangunan jembatan gantung di berbagai wilayah Sumatra Utara menjadi potret kuat semangat gotong royong masyarakat pascabencana banjir dan longsor. Di tengah keterbatasan, warga memilih turun tangan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak. Akses yang sempat terputus kini perlahan dipulihkan demi menunjang aktivitas harian. Upaya ini menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya soal fisik, tetapi juga solidaritas sosial.

Di sejumlah lokasi, warga tidak membiarkan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) bekerja sendirian. Mereka ikut mengangkut batu, menggali tanah, mencampur semen, serta membawa pasir dan material menggunakan gerobak. Bahkan pemotongan besi untuk fondasi turut dikerjakan bersama. Irama kerja kolektif itu menjadi tanda bahwa jembatan dibangun untuk kepentingan bersama.

Gotong royong terlihat jelas di Desa Ujung Batu, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, saat warga dan TNI bahu-membahu mengangkut batu ke titik pembangunan. Pola serupa tampak pada rehabilitasi jembatan gantung Desa Rondaman, Kecamatan Halongonan Timur, Kabupaten Padang Lawas Utara, dengan warga aktif mengaduk dan mengantar material fondasi. Pembangunan juga berlangsung di Desa Sipan yang menghubungkan Desa Sipan dan Kelurahan Sihaporas. Di Kelurahan Bonalumban dan kawasan Tukka, keterlibatan warga tampak sejak tahap penggalian fondasi.

Selain jembatan gantung, pembangunan jembatan armco di Jalan Amblas, Kelurahan Hutanabolon Link IV, Kecamatan Tukka, dikerjakan dengan dukungan alat berat. Di wilayah perbatasan Desa Besilam Bukit Lembasa dan Desa Banjaran Raya, progres pembangunan dilaporkan mencapai sekitar 90 persen. Rangkaian proyek ini menunjukkan konsistensi percepatan pemulihan konektivitas. Gotong royong yang terbangun menjadi energi utama agar akses antarwilayah kembali normal dan kehidupan warga segera pulih.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...