Komandan Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatra Utara, Zaenal Muhlisin, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas mandi cuci kakus di Desa Tolang Julu, Tapanuli Selatan, menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir dan longsor.
Zaenal menjelaskan progres proyek telah mencapai sekitar 75 persen dengan tahapan pengecatan, pemasangan kloset, penimbunan, dan pelapisan plester dinding. Langkah gotong royong antara personel Brimob dan masyarakat disebut sebagai kunci percepatan. Dari sudut pandang editorial, proyek kecil ini merepresentasikan kehadiran negara dalam situasi darurat.
Zaenal menilai fasilitas tersebut penting dari sisi kesehatan dan kebersihan lingkungan pascabencana. Ia berharap MCK itu segera dapat digunakan dan memberi manfaat nyata bagi warga. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa pemulihan tidak hanya soal infrastruktur besar, tetapi juga kebutuhan paling mendasar. Tajuk rencana ini melihat perhatian pada sanitasi sebagai indikator keseriusan aparat.
Lebih jauh, Zaenal menyebut sinergi Brimob dan warga menjadi fondasi utama pemulihan di tengah keterbatasan. Ia menegaskan komitmen Brimob Polda Sumut untuk terus hadir hingga kondisi masyarakat kembali normal. Pandangan editorial menilai janji tersebut sebagai pengikat moral antara aparat dan publik. Keberlanjutan pendampingan akan menentukan seberapa cepat trauma bencana bisa dipulihkan.
Di luar pembangunan MCK, Brimob juga mendistribusikan logistik pangan serta menyediakan fasilitas antar jemput pelajar agar aktivitas sekolah tidak terganggu. Program ini menunjukkan bahwa pemulihan sosial berjalan seiring dengan rehabilitasi fisik. Upaya lintas sektor tersebut menjadi gambaran kerja negara yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Editorial ini menutup dengan catatan bahwa kepekaan pada detail seperti ini kerap lebih bermakna daripada slogan besar.
Alexander Jason – Redaksi

