National

Pemerintah Percepat Pembangunan Jembatan di Sumbar untuk Pulihkan Konektivitas Pascabencana

Pemerintah terus mempercepat pemulihan konektivitas wilayah pascabencana di Sumatera Barat dengan membangun sejumlah jembatan darurat dan permanen. Tiga jenis jembatan, yakni jembatan armco, jembatan bailey, dan jembatan gantung, dibangun secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi geografis dan kontur alam setempat.

Hingga Selasa (20/1), tercatat tiga unit jembatan armco tengah dibangun di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Ketiga jembatan tersebut berada di Sungai Rangeh Nagari Bayua, Bancah Nagari Maninjau, serta Kampuang Jambu.

Menurut pantauan di lapangan, pembangunan jembatan armco di Sungai Rangeh Nagari Bayua menunjukkan progres yang signifikan. Struktur besi berbentuk cincin khas armco telah terpasang dan dilapisi beton yang mengeras. Jembatan ini juga telah dilengkapi pagar pengaman dan hampir siap digunakan. Personel TNI bersama masyarakat tampak bahu-membahu menyelesaikan tahap akhir betonisasi.

Sementara itu, pembangunan jembatan armco di Bancah Nagari Maninjau telah memasuki tahap penyelesaian. Permukaan jembatan tampak rapi dan mulus, dengan petugas menyelesaikan pekerjaan penembokan di sisi-sisi jembatan sebelum difungsikan.

Selain jembatan armco, pembangunan enam unit jembatan bailey juga terus dikebut. Jembatan tersebut masing-masing berada di Muaro Busuak, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok; Kubu Serunai Canduang dan Aia Taganang Matur di Kabupaten Agam; Sungai Lasi di Kabupaten Pasaman; Sei Rangeh Bayua di Kabupaten Agam; serta Durian Gagak, Kecamatan Pariaman Tengah, Kabupaten Padang Pariaman.

Di Muaro Busuak, konstruksi inti jembatan bailey telah terbentang. Personel TNI terlihat memperkuat bagian ujung jembatan menggunakan bronjong. Progres serupa juga terlihat di Kubu Serunai, dengan rangka besi jembatan tengah dirakit dan dipasang.

Adapun di Aia Taganang Matur dan Sungai Lasi, alat berat dikerahkan untuk memasang konstruksi besi jembatan bailey. Fondasi semen dan batu yang kokoh telah terbangun sebagai penopang utama jembatan.

Sementara itu, Pemerintah juga membangun sembilan unit jembatan gantung yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak, antara lain di Sungai Batang Mangoi, Alahan Panjang, Batang Bangko Gadang, Batang Siat, Batang Mudik Tampati, Batang Guo, hingga Desa Rantau Duku.

Di lokasi Sungai Batang Mangoi, petugas tengah melakukan penggalian tanah sebagai persiapan pembangunan fondasi jembatan gantung. Sementara itu, di Sungai Alahan Panjang, personel TNI bersama warga setempat bergotong-royong memindahkan batu yang akan digunakan sebagai material fondasi.

Pembangunan berbagai jembatan tersebut diharapkan dapat segera memulihkan akses masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak bencana.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...