Pemerintah menyiapkan dua skema hunian sementara (huntara) guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir dan longsor di Aceh Tamiang tetap terpenuhi. Dua skema tersebut meliputi huntara terpusat serta huntara in-situ yang dibangun di lokasi rumah warga terdampak.
Penyediaan hunian menjadi salah satu target utama Presiden RI Prabowo Subianto dalam penanganan pascabencana. Secara rekapitulasi, jumlah rumah rusak berat di tiap provinsi menjadi dasar penentuan kebutuhan huntara, hunian tetap (huntap), serta dana tunggu hunian (DTH).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan pendekatan ganda ini dipilih untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang beragam, terutama terkait aktivitas kerja, pendidikan, serta keterikatan sosial warga di lingkungan asal.
“Jadi, huntara di Aceh Tamiang itu ada dua skema, yakni huntara terpusat seperti yang dibangun oleh Danantara, dan juga huntara yang in-situ,” ujar Abdul Muhari di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (9/1).
Ia menambahkan, sebagian warga memilih agar huntara dibangun di lokasi rumah lama mereka. Pertimbangan utama pilihan tersebut adalah kedekatan dengan aktivitas sehari-hari, seperti tempat kerja dan sekolah. Tercatat sekitar 120 kepala keluarga memilih skema huntara in-situ.
“Sifatnya memang sementara, tetapi tetap dibangun di lokasi rumah lama karena ada keperluan ke tempat kerja, ke sekolah, dan kebutuhan lainnya,” katanya.
Selain Aceh Tamiang, pemerintah juga terus memantau progres penyediaan hunian pascabencana di wilayah lain, termasuk Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Di Sumatra Utara, pembangunan huntara, huntap, serta penyaluran DTH telah rampung di sejumlah lokasi. Sementara di Sumatra Barat, progres DTH menjadi yang paling signifikan.
“Dari 2.234 unit yang diusulkan, rekening yang sudah dibuat sebanyak 1.425, dan 792 di antaranya sudah disalurkan,” beber Abdul Muhari.
Ia menegaskan percepatan pembangunan hunian sementara terus dilakukan di berbagai titik dan ditargetkan rampung dalam beberapa hari ke depan agar dapat segera ditempati warga terdampak.
“Ini membutuhkan satu sampai dua hari lagi untuk finishing. Sehingga kami harapkan di awal minggu depan sudah sesuai target,” pungkasnya.
Akbari Danico – Redaksi

