Pemerintah Provinisi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan secara resmi Program Gigi Anak Sehat (GAS) guna meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak dini. Program tersebut resmi diluncukan di Satuan PAUD Sejenis (SPS) Negeri Bale Bermain Rubah (Baru Bahagia), Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Senin (19/1) pagi, yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI).
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, mengutarakan bahwa Program GAS adalah investasi kesehatan jangka panjang yang penting bagi masa depan generasi muda Jakarta. Pembangunan kesehatan anak menjadi landasan utama dalam mewujudkan transformasi Jakarta sebagai kota global berdaya saing tinggi.
Rano menjelaskan bahwa permasalah kesehatan gigi pada anak kerap dianggap remeh, nyatanya permasalahan ini sangat berdampak pada tumbuh kembang anak seperti memicu rasa nyeri, kesulitan makan, sampai menurunnya konsentrasi belajar. Kondisi itu dapat terus memburuk jika tidak ditangani sejak dini.
Program GAS mengangkat pendekatan promotif dan preventif yang berkelanjutan. Dengan berkolaborasi dengan FKG UI diharapkan dapat menjadi langkah strategis karen melibatkan banyak pihak seperti keluarga, satuan pendidikan, sampai dengan komunitas.
Rano juga mengapresiasi FKG UI yang berperan sebagai mitra strategis dan turut berkontribusi melalui keilmuan dan dedikasi dalam mengatasi kesehatan gigi anak, serta membangun landasan kebijakan kesehatan berbasis ilmu pengetahuan.
Program GAS juga sejalan dengan program kesehatan anak lainnya yang sudah dilaksanakan oleh Pemprov DKI Jakarta, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk para anak sekolah dan juga penguatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS), sebagai upaya membangun perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini.
Sebagai penutup Rano berpesan agar anak-anak dapat membiasakan hidup sehat sejak dini sebagai bekal untuk masa depan.
Nuke Aryandhita – Redaksi

