Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menghadiri peluncuran Digital Lounge JakHabitat di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Jakarta Selatan, pada Senin (26/1). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam meningkatkan layanan informasi dan edukasi publik terkait program perumahan melalui pendekatan digital yang kolaboratif dan adaptif.
Rano menyampaikan bahwa transformasi Jakarta sebagai kota global tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan memperkuat akses masyarakat terhadap informasi layanan dasar, termasuk di bidang perumahan dan permukiman. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus mengupayakan berbagai program perumahan yang layak huni dan terjangkau, antara lain melalui pembangunan hunian vertikal dengan melibatkan berbagai pihak.
Digital Lounge JakHabitat merupakan revitalisasi dari Galeri Huni JakHabitat yang dikembangkan sebagai pusat informasi dan edukasi perumahan berbasis digital. Perubahan penamaan dilakukan agar lebih komunikatif dan relevan dengan karakter masyarakat perkotaan. Dengan mengusung konsep ruang terbuka yang terintegrasi dengan area kedai kopi, masyarakat dapat mengakses informasi mengenai jenis hunian, skema pembiayaan, serta mekanisme program perumahan di DKI Jakarta secara lebih santai dan interaktif.
“Saya mengajak warga Jakarta untuk memanfaatkan layanan digital ini sebaik-baiknya, tidak hanya untuk bersantai, tetapi juga untuk memperoleh informasi perumahan yang dibutuhkan, mulai dari jenis hunian, skema pembiayaan, hingga mekanisme akses program perumahan di DKI Jakarta,” ujar Rano.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Provinsi DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, menjelaskan Galeri Huni JakHabitat pertama kali dibangun pada 2022 sebagai sarana promosi dan informasi Program Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) melalui penyajian contoh hunian terjangkau.
Pengembangan Digital Lounge JakHabitat merupakan hasil kerja sama antara Dinas PRKP Provinsi DKI Jakarta dengan PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), yang mencakup perencanaan konsep, renovasi, dan pengelolaan. Kelik menegaskan, kerja sama tersebut tidak menggunakan anggaran dari Pemprov DKI Jakarta
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

