National

Pemulihan Desa-desa di Aceh Terus Berjalan

Aceh terus berbenah pascabencana banjir dan longsor dengan fokus utama pada pemulihan infrastruktur dasar. Desa-desa yang sempat terisolasi kini perlahan kembali terhubung seiring percepatan pembangunan jembatan darurat. Upaya ini menjadi bukti keseriusan negara dalam memastikan aktivitas masyarakat kembali berjalan. Pemulihan infrastruktur diposisikan sebagai fondasi kebangkitan sosial dan ekonomi warga terdampak.

Di Kabupaten Bener Meriah, pembangunan jembatan armco menunjukkan kemajuan nyata. Di Desa Seni Antara, Kecamatan Permata, jembatan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua meski masih dalam tahap penguatan akhir. Kondisi serupa terlihat di Desa Burni Pase 3 dan Desa Burni Pase 4, dengan jembatan yang sudah kokoh dan dapat dilalui kendaraan roda empat. Bahkan di Desa Bahgie Bertona, Kecamatan Bandar, jembatan armco telah mampu dilintasi truk berukuran sedang.

Pemulihan tidak hanya terpusat di Bener Meriah, tetapi juga meluas ke wilayah lain di Aceh. Di Aceh Utara, pembangunan infrastruktur berlangsung di Desa Gampong Teungoh dan Desa Alue Capli. Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bireuen, hingga Aceh Barat juga tercatat masuk dalam daftar wilayah prioritas. Jaringan desa yang dipulihkan ini menunjukkan skala penanganan yang luas dan terkoordinasi.

Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi ujung tombak dalam percepatan pembangunan tersebut. Mereka memastikan jembatan dan akses jalan dapat segera difungsikan dengan aman dan kokoh. Kehadiran aparat di lapangan mempercepat normalisasi transportasi dan distribusi logistik. Dengan semakin pulihnya konektivitas, masyarakat Aceh diharapkan dapat segera kembali menjalani aktivitas secara normal.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...