Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengingatkan bahwa hanya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), Indonesia dapat mencapai tingkat peradaban tinggi. Melalui iptek, Indonesia juga punya peluang besar mennyejahterakan rakyat.
“Pembangunan suatu bangsa terletak kepada kemampuan bangsa itu untuk meraih ilmu pengetahuan dan teknologi. Hanya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi kita dapat mencapai tingkat peradaban yang tinggi,” kata Prabowo, saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang Jawa Timur, Selasa (13/1).
Menurut Prabowo, Penguasaan iptek juga bisa memberi kesejahteraan kepada rakyat Indonesia. Khususnya, untuk memberi kualitas hidup yang lebih baik.
“Lepas dari kemiskinan dan kelaparan,” ujar Prabowo.
Prabowo menjelaskan, wadah-wadah semacam SMA Taruna Nusantara sangat dibutuhkan oleh setiap negara. Di sejumlah negara berkembang maupun negera maju, sekolah-sekolah semacam ini sudah lama dikembangkan.
“Di Malaysia sudah lebih dari 20 sekolah semacam ini. Di Inggris sudah ratusan tahun juga terdapat ratusan sekolah semacam ini. Kita bertekad meraih ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Prabowo.
SMA Taruna Nusantara pertama kali dibuka di Magelang pada 1988. Saat ini, sudah ada 36 angkatan. Total sudah ada tiga kampus SMA Taruna Nusantara yang operasional, yakni di Magelang, Jawa Tengah; Malang, Jawa Timur; dan Cimahi, Jawa Barat.
Tahun ini pemerintah berencana membuka tiga lagi kampus SMA Taruna Nusantara, yakni di Nusantara, IKN; Pagar Alam, Sumatra Selatan; dan Langowan, Sulawesi Utara.
SMA Taruna Nusantara adalah sekolah berasrama dengan fasilitas lengkap yang didirikan di lahan 25 hingga 30 hektare. SMA ini menerapkan sistem penerimaan berdasarkan kemampuan akademis dan non-akademis (fisik dan mental). Calon siswa/siswi tidak dapat memilih untuk ditempatkan di kampus yang mana. Dan seluruh proses pendaftaran dan penerimaan di SMA Taruna Nusantara tidak dipungut biaya atau gratis.
Saat ini banyak lulusan SMA Taruna Nusantara yang berkiprah di pemerintahan. Di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi; Menteri Luar Negeri Sugiono; Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono; Wakil Menteri Pertanian Sudaryono; dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

