National

Prabowo Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Konstruktif

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik konstruktif dari masyarakat. Ia menilai kritik merupakan elemen penting dalam membantu pemerintah mengevaluasi serta menyempurnakan kebijakan yang dijalankan.

Prabowo mengatakan, rasa tidak nyaman saat menerima kritik merupakan hal yang wajar. Namun, bagi dirinya, kritik justru berperan sebagai pengingat sekaligus bentuk perlindungan dalam menjalankan amanah sebagai kepala negara.

“Kalau dikritik, malah kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi, saya dibantu, saya diamankan,” ujar Prabowo saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Nasional di Jakarta, Senin (5/1).

Ia kemudian menyinggung pengalaman ketika kritik publik mendorongnya untuk meninjau kembali kebijakan yang diambil. Menurut Prabowo, setiap kritik perlu dicerna secara objektif agar tidak menimbulkan kesalahan dalam pengambilan keputusan.

“Kritik, koreksi adalah menyelamatkan. Jadi saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak ‘Prabowo mau hidupkan lagi militerisme’. Saya koreksi lagi, apa benar? Saya panggil ahli hukum untuk mengkaji mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter,” lanjutnya.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan agar kritik tidak bergeser menjadi fitnah. Ia menilai kebohongan yang memicu kecurigaan, perpecahan, dan kebencian berpotensi merusak persatuan bangsa, terlebih karena tindakan tersebut dilarang oleh seluruh ajaran agama.

Di sisi lain, Prabowo juga mengakui adanya kritik yang disampaikan dengan nada sinis dan bertujuan menjatuhkan pemerintah. Namun, ia menegaskan bahwa respons terbaik terhadap hal tersebut adalah dengan menunjukkan kinerja dan hasil nyata.

“Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja,” tegas Prabowo.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...