Gedung SD Muhammadiyah Meureudu di Desa Meunasah Balek, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar setelah sempat terdampak banjir lumpur pada akhir November 2025.
Dalam pantauan di lokasi, SD Muhammadiyah menunjukkan ruang-ruang kelas yang telah tertata rapi. Meja dan kursi kembali berjajar, lantai terlihat bersih, dan para murid mengikuti proses pembelajaran seperti biasa. Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi pascabanjir yang merusak hampir seluruh bagian sekolah.
Banjir lumpur sebelumnya mengakibatkan meja dan kursi berserakan, buku-buku pelajaran rusak, serta lumpur cokelat setinggi kaki orang dewasa memenuhi ruang kelas dan halaman sekolah.
Pemulihan sekolah tersebut dilakukan pada pertengahan Desember 2025 melalui keterlibatan puluhan prajurit TNI dari Kodam Iskandar Muda. Dengan menggunakan sekop dan semprotan air dari mobil pemadam kebakaran, para prajurit membersihkan lumpur dan sampah yang menumpuk di lingkungan sekolah.
Kepala SD Muhammadiyah Meureudu, Husnawati, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kerja keras TNI dalam membantu proses pembersihan sekolah. Ia menyebut bantuan tersebut memungkinkan kegiatan pendidikan kembali berjalan normal.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak-bapak TNI yang telah membersihkan sekolah kami, sehingga murid-murid kami bisa sekolah lagi,” ujar Husnawati, dikutip dari akun Instagram Kodam Iskandar Muda, Selasa (20/1).
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemulihan fasilitas umum menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan pascabencana di Sumatra. Ia menekankan pentingnya percepatan pemulihan fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan agar masyarakat terdampak dapat segera terlayani.
“Saya minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah juga diperhatikan, sama puskesmas dengan rumah sakit-rumah sakit, supaya bisa berfungsi secepatnya kembali,” kata Prabowo dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).
Akbari Danico – Redaksi

