Setelah sunyi selama sebulan, suara azan kembali menggema di Aceh. Warga di Serambi Makkah berbondong-bondong menunaikan salat Jumat pertama pada awal tahun, Jumat (2/12/2025).
Kondisi ini jauh berbeda dengan akhir November lalu, saat banjir bandang dan longsor meluluhlantakkan Aceh. Bencana tersebut tidak hanya merusak rumah dan jalan, tetapi juga melumpuhkan tempat ibadah. Masjid terendam lumpur, instalasi listrik rusak, dan pengeras suara mati total.
Merespons kondisi tersebut, PT PLN hadir mempercepat pemulihan. Di sela tugas utama memulihkan sistem kelistrikan, tim PLN berinisiatif membersihkan sarana ibadah yang terdampak. Sejak Selasa (16/12/2025), PLN menerjunkan lebih dari 140 relawan dari seluruh Indonesia. Bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal PLN, mereka membersihkan material lumpur sekaligus memastikan keamanan instalasi listrik di rumah ibadah.
Berbekal sekop dan selang pemadam, tim PLN bahu-membahu bersama warga agar masjid dapat kembali menjadi pusat aktivitas keagamaan. Aksi ini difokuskan pada lima wilayah terdampak terparah: Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Timur, dan Aceh Tengah. Hingga saat ini, 15 masjid telah pulih sepenuhnya.
Selain pembersihan fisik, PLN juga menyalurkan bantuan Alquran, peralatan salat, paket soundsystem, hingga kubah masjid. Kerinduan masyarakat untuk salat berjemaah kini terobati. Jemaah Masjid Al-Huda di Kuala Simpang, Sulaiman mengungkapkan rasa syukurnya.
“Selama dua minggu kami berusaha membersihkan secara mandiri, namun keterbatasan alat membuat kami kewalahan. Kehadiran tim PLN dengan alat berat sangat membantu menyingkirkan lumpur tebal, sehingga kami bisa kembali melaksanakan salat Jumat,” ucap Sulaiman.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

