Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp16.798 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (8/1). Mata uang Garuda turun 18 poin atau setara 0,11 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di level Rp16.801 per dolar AS pada perdagangan sore ini.
Pergerakan mata uang Asia tercatat bervariasi. Yuan China menguat 0,10 persen, yen Jepang naik 0,11 persen, dan peso Filipina terapresiasi 0,45 persen. Di sisi lain, dolar Singapura melemah 0,10 persen, ringgit Malaysia turun 0,13 persen, won Korea Selatan terkoreksi 0,18 persen, serta baht Thailand melemah 0,33 persen.
Di pasar negara maju, pergerakan nilai tukar juga menunjukkan variasi. Poundsterling Inggris dan euro Eropa masing-masing menguat 0,04 persen, franc Swiss naik 0,04 persen, dan dolar Australia menguat 0,03 persen. Sementara itu, dolar Kanada tercatat melemah 0,10 persen.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan rupiah terjadi seiring penguatan dolar AS di pasar global. Menurutnya, data cadangan devisa Indonesia yang menunjukkan kenaikan cukup besar belum mampu memberikan dorongan signifikan bagi pergerakan rupiah.
“Secara umum, rupiah masih terbebani oleh prospek pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia,” ujar Lukman.
Akbari Danico – Redaksi

