Regional

SMAN 7 Pontianak Bekali 700 Siswa dengan Edukasi Pencegahan Radikalisme

Program LENTERA KAPUAS, kependekan dari Literasi, Edukasi, Toleransi Lawan Radikalisme dan Terorisme, kembali dijalankan Unit Pencegahan Densus 88 AT Polri dengan memanfaatkan momen Upacara Bendera di SMAN 7 Pontianak.

Inspektur Upacara, IPDA Yulius Sugiyanto, menempatkan halaman sekolah sebagai ruang editorial tentang bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme atau IRET. Ia menyebut data adanya 110 anak yang pernah direkrut jaringan terorisme serta 70 anak yang terlibat dalam kelompok kekerasan berbasis komunitas. Pesannya sederhana, ancaman itu tidak jauh dari kehidupan remaja.

Yulius menegaskan bahwa upacara bukan sekadar rutinitas, tetapi panggung literasi untuk melawan narasi kekerasan yang berseliweran di media sosial. Ia mengingatkan bahwa perundungan menjadi pintu masuk kerentanan psikologis yang kerap dieksploitasi ideologi ekstrem. Dalam sudut pandangnya, guru bukan hanya pengajar mata pelajaran, melainkan penjaga nalar dan emosi siswa. Tanpa kehadiran pendidik yang peka, ruang kelas bisa berubah menjadi ladang rekrutmen yang sunyi.

Pihak sekolah menyambut baik pendekatan ini dan mengakui bahwa isu IRET selama ini belum tersampaikan secara optimal. SMAN 7 Pontianak bersama Satgaswil Kalbar sepakat merancang keberlanjutan program agar tidak berhenti sebagai seremoni. Mereka menilai bahwa kolaborasi berkelanjutan akan lebih efektif ketimbang kampanye sesaat. Pendidikan ketahanan ideologis, dalam logika ini, harus diulang dan dirawat.

Sebagai penutup, tim memperkenalkan portal resmi pencegahan yang menyediakan layanan WhatsApp pengaduan, e-book, media sosial, dan materi literasi digital yang dapat diakses gratis. Langkah ini memperluas arena edukasi dari lapangan upacara ke ruang digital tempat remaja sehari-hari berinteraksi. Editorialnya tegas, melawan radikalisme tidak cukup dengan pidato, tetapi perlu infrastruktur informasi yang mudah dijangkau. Di tangan siswa, portal itu diharapkan menjadi tameng ideologis, bukan sekadar tautan yang dilupakan.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...