Peran prajurit TNI di wilayah terdampak bencana di Sumatra Utara tidak hanya difokuskan pada pengamanan serta percepatan pemulihan infrastruktur. TNI juga terlibat dalam kegiatan sosial, salah satunya dengan menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat di sejumlah daerah terdampak.
Berdasarkan pemantauan pada Rabu (28/1), TNI membuka pelayanan kesehatan di dua kabupaten, yakni Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Lokasi layanan dipilih di titik-titik yang mudah dijangkau warga, seperti posko pengungsian dan kawasan permukiman, agar masyarakat dapat memperoleh layanan medis dengan lebih cepat dan praktis.
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, misalnya, TNI membuka pelayanan kesehatan di Kelurahan Pasar Tukka dan Desa Kebon Pisan Lorong 3. Di dua lokasi tersebut, petugas Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) memberikan layanan pemeriksaan kesehatan sederhana di depan rumah warga. Mereka melayani masyarakat yang silih berganti datang membutuhkan bantuan medis, sekaligus menyiagakan ambulans untuk penanganan darurat jika sewaktu-waktu diperlukan.
Selain di permukiman warga, layanan kesehatan juga dibuka di tenda-tenda pengungsian di Desa Hutanabolon dan Desa Kebon Pisang. Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti stetoskop dan tensimeter, petugas memeriksa kondisi kesehatan warga serta membagikan obat-obatan bagi mereka yang memerlukan penanganan lanjutan.
Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Selatan, layanan kesehatan difokuskan di tenda pengungsian Batu Hula serta permukiman warga terdampak di Desa Garoga. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga selama masa pemulihan pascabencana.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

