Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif dagang baru terhadap negara-negara yang tidak sejalan dengan sikap politik luar negerinya terkait Greenland. Ancaman tersebut disampaikan Trump di Kantor Kepresidenan AS, Gedung Putih, Washington DC.
Trump menyebut kebijakan tarif itu bisa diterapkan apabila negara-negara terkait menentang ambisinya untuk menguasai Greenland. Ia berdalih pulau otonom milik Denmark itu memiliki arti strategis bagi keamanan nasional Amerika Serikat.
“Saya mungkin akan mengenakan tarif pada negara-negara jika mereka tidak sepakat dengan [kami tentang] Greenland, karena kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional,” kata Trump, seperti dikutip CNN.
Pernyataan tersebut menjadi kali pertama Trump secara terbuka mengaitkan ancaman tarif dagang dengan isu Greenland. Meski demikian, ia tidak merinci negara mana saja yang berpotensi terkena kebijakan tersebut. Ancaman serupa sebelumnya juga pernah dilontarkan Trump terhadap negara-negara yang menjalin kerja sama bisnis dengan Iran. Ia menegaskan pungutan tarif sebesar 25 persen bagi produk impor dari mitra dagang Iran yang masuk ke AS.
“Berlaku segera, negara mana pun yang berbisnis dengan Republik Islam Iran akan membayar tarif sebesar 25 persen untuk semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social, Senin (12/1).
Dalam beberapa waktu terakhir, Trump semakin gencar menyuarakan keinginannya untuk mengambil alih Greenland. Pengusaha multinasional itu menilai pulau terbesar di dunia tersebut memiliki kekayaan mineral yang melimpah dan posisi strategis di kawasan Arktik, terutama di tengah kekhawatiran terhadap pengaruh Rusia dan China.
Merespons meningkatnya tensi, sejumlah negara Eropa mulai mengerahkan pasukan dalam jumlah terbatas ke Greenland. Pengerahan tersebut dilakukan untuk membantu Denmark mempersiapkan latihan militer yang direncanakan berlangsung pada akhir tahun mendatang.
Di sisi lain, Denmark menyatakan akan menghadirkan kehadiran pasukan NATO yang lebih besar dan permanen guna mengamankan wilayah tersebut. Pemerintah Denmark menilai stabilitas keamanan di Arktik menjadi kepentingan bersama negara-negara NATO.
“Jelas bahwa sekarang kami merencanakan kehadiran yang lebih besar dan lebih permanen sepanjang tahun 2026. Ini penting untuk menunjukkan bahwa keamanan di Arktik bukan hanya untuk Kerajaan Denmark, tetapi untuk seluruh NATO,” ujar Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen.
Sementara itu, rencana Trump untuk menguasai Greenland justru mendapat penolakan luas dari publik Amerika Serikat. Hasil jajak pendapat terbaru yang dilakukan oleh SSRS menunjukkan mayoritas warga AS tidak mendukung ambisi tersebut. Survei tersebut mencatat hanya 25 persen responden yang menyatakan setuju dengan upaya AS untuk menguasai Greenland. Bahkan, penolakan juga datang dari sebagian pendukung Trump di Partai Republik.
Sebanyak 50 persen pendukung Partai Republik menyatakan menentang rencana tersebut, sementara hampir seluruh pendukung Partai Demokrat serta responden independen juga menyatakan sikap serupa.
Akbari Danico – Redaksi

