Pemerintah Inggris menyatakan kemarahan dan ketersinggungan terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dinilai meremehkan peran pasukan NATO, termasuk Inggris, dalam operasi militer di Afghanistan. Pernyataan tersebut muncul dalam wawancara Trump dengan Fox News pada Kamis (22/1).
Juru bicara Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan bahwa Trump keliru dalam menggambarkan kontribusi pasukan NATO pasca serangan teror 11 September 2001. Ia menekankan bahwa keterlibatan NATO di Afghanistan merupakan bentuk solidaritas terhadap AS yang dibayar mahal dengan nyawa para prajurit.
“Presiden Trump keliru karena meremehkan peran pasukan NATO, yang mencakup pasukan Inggris, di Afghanistan pasca serangan 11 September,” ujar juru bicara tersebut, seperti dikutip AFP.
Pemerintah Inggris mencatat sebanyak 457 personel militernya tewas selama operasi di Afghanistan, sementara ratusan lainnya mengalami luka serius dan cedera permanen akibat penugasan tersebut. Para prajurit itu, menurut London, menjalankan misi demi membantu AS dan sekutu dalam memerangi terorisme.
Dalam wawancara tersebut, Trump menyatakan keraguannya terhadap komitmen NATO untuk membantu AS di masa depan. Ia juga menyebut bahwa meskipun NATO mengirim pasukan ke Afghanistan pada 2001, sebagian besar dari mereka tidak berada di garis depan pertempuran.
“Mereka mengatakan mengirim beberapa pasukan ke Afghanistan, dan itu benar. Tapi mereka berada agak di belakang, agak jauh dari garis depan,” kata Trump, seperti dikutip BBC.
Pernyataan itu memicu kritik luas di Inggris, termasuk dari para menteri, anggota parlemen, dan veteran militer. Menteri Pertahanan Inggris John Healey menegaskan bahwa prajurit Inggris yang gugur di Afghanistan harus dikenang sebagai pahlawan yang mengorbankan nyawa demi melayani bangsanya.
Inggris merupakan salah satu negara yang bergabung dengan AS setelah NATO untuk pertama kalinya mengaktifkan Pasal 5, klausul pertahanan kolektif yang menyatakan serangan terhadap satu anggota merupakan serangan terhadap seluruh anggota aliansi. Pemerintah Inggris menegaskan bahwa pengorbanan tersebut menjadi bukti nyata komitmen dan solidaritas NATO dalam menjaga keamanan global.
Akbari Danico – Redaksi

