World

Trump Klaim Perusahaan AS Siap Mulai Produksi Minyak di Venezuela

Presiden Donald Trump menyatakan sejumlah perusahaan minyak Amerika Serikat akan segera mulai kegiatan pengeboran minyak di Venezuela, pada Kamis (22/1), dalam pernyataannya kepada wartawan di perjalanan kembali ke Washington, DC dari Davos, Swiss. Trump mengatakan kepada media bahwa perusahaan‑perusahaan energi terbesar di AS tengah dalam proses negosiasi untuk masuk ke Venezuela dalam waktu dekat.

Trump menegaskan, “Kita akan segera mulai mengebor,” seperti yang dikutip dari percakapan dengan wartawan.

Ia menambahkan bahwa perusahaan minyak AS memiliki kapasitas besar dan akan aktif masuk ke pasar Venezuela.

Langkah ini muncul di tengah perubahan drastis dalam struktur industri minyak Venezuela, di mana parlemen negara itu tengah membahas reformasi undang‑undang hidrokarbon guna membuka akses yang lebih luas bagi perusahaan asing untuk mengelola ladang minyak dengan risiko dan biaya sendiri.

Reformasi ini didukung oleh Presiden sementara Delcy Rodríguez sebagai upaya menarik investasi asing dan meningkatkan produksi minyak yang anjlok selama beberapa tahun terakhir.

Anggota parlemen Venezuela menyetujui sejumlah langkah awal yang memberikan kontrol dan fleksibilitas lebih besar kepada perusahaan luar negeri untuk beroperasi secara independen dari perusahaan minyak negara, PDVSA. RUU reformasi ini kini menghadapi pembahasan lanjutan dalam putaran debat kedua sebelum dapat diadopsi sepenuhnya.

Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, menegaskan pentingnya reformasi tersebut bagi peningkatan produksi minyak, dan mengatakan bahwa sumber daya bawah tanah harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperbaiki kondisi ekonomi negara.

Namun, sejumlah sumber industri menyatakan bahwa perusahaan minyak AS menunjukkan kehati‑hatian terkait investasi di Venezuela karena kekhawatiran tentang keamanan, ketidakpastian politik, dan kerangka hukum jangka panjang di negara itu. Salah satu eksekutif industri minyak mengatakan kepada media internasional bahwa minat perusahaan untuk kembali beroperasi di Venezuela masih relatif rendah tanpa adanya kepastian hukum dan politik yang kuat.

Venezuela sendiri dikenal memiliki cadangan minyak mentah terbukti terbesar di dunia, namun sektor tersebut selama hampir dua dekade dikelola secara dominan oleh perusahaan negara, PDVSA, di bawah batasan keterlibatan asing yang ketat. Reformasi ini diharapkan bisa membuka kembali pintu investasi asing dalam skala besar.

Pembukaan akses bagi perusahaan minyak AS ini juga selaras dengan salah satu tekanan utama pemerintahan Trump terkait keterlibatan AS dalam industri minyak Venezuela, termasuk dorongan untuk memulihkan produksi dan menarik investasi minimal US$100 miliar untuk membangun kembali infrastruktur yang rusak.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...