Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan terbaru pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Sabtu (24/1). Pembangunan huntara dilakukan melalui berbagai skema pendanaan, melibatkan BNPB, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, serta lembaga sosial. Sejumlah lokasi telah rampung, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Aceh
Di Provinsi Aceh, BNPB membiayai pembangunan ratusan unit huntara yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Di Kabupaten Pidie Jaya, pembangunan huntara mencapai 393 unit dengan dukungan kementerian/lembaga, BUMN, dan lembaga sosial. Sebagian besar unit di Desa Blang Awe, Manyang, Meunasah, dan Geunteung telah selesai dibangun.
Sementara itu, di Kabupaten Pidie, sebanyak 12 unit huntara yang dibangun menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT) dilaporkan rampung. Di Kabupaten Nagan Raya, pembangunan huntara terpusat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang ditargetkan mencapai 609 unit, dengan 30 unit telah selesai.
BNPB juga membangun huntara di Kota Lhokseumawe sebanyak 67 unit dengan progres bervariasi di empat kecamatan. Di Kabupaten Bener Meriah, pembangunan huntara tahap pertama mencakup 914 unit yang tersebar di sejumlah kecamatan, dengan sebagian unit telah selesai dan lainnya masih berjalan sesuai target.
Di Kabupaten Aceh Timur, BNPB membangun 2.592 unit huntara insitu di berbagai kecamatan. Selain itu, terdapat 821 unit huntara komunal hasil pendanaan BNPB dan Danantara, dengan progres signifikan di Kecamatan Simpang Ulim dan Idi Rayeuk.
Adapun di Kabupaten Aceh Tamiang, total pembangunan huntara mencapai 1.950 unit yang terdiri atas huntara insitu dan terpusat. Sebagian unit telah selesai, sementara pembangunan tahap pertama oleh kementerian dan pihak swasta juga masih berlangsung di sejumlah desa.
Sumatra Utara
Di Kabupaten Tapanuli Utara, BNPB membangun 40 unit huntara di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting. Sebanyak 30 unit telah selesai dan ditargetkan rampung seluruhnya pada akhir Januari 2026.
Sementara di Kabupaten Tapanuli Selatan, pembangunan huntara terpusat mencapai 683 unit yang tersebar di beberapa desa, dengan sebagian lokasi telah rampung dan lainnya masih dalam proses. Selain itu, pembangunan huntara mandiri sebanyak 133 unit juga masih berlangsung di sejumlah kecamatan.
Sumatra Barat
Di Sumatra Barat, pembangunan huntara dilakukan di sejumlah kabupaten. Di Kabupaten Agam, tercatat 437 unit huntara dibangun di berbagai lokasi, dengan sebagian unit telah selesai dan lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Di Kabupaten Tanah Datar, pembangunan huntara mencapai 64 unit yang tersebar di beberapa nagari, dikerjakan oleh TNI, masyarakat, dan pihak swasta. Sementara di Kabupaten Padang Pariaman, pembangunan huntara dilakukan dalam dua tahap dengan total 71 unit, sebagian besar telah rampung.
Adapun di Kabupaten Lima Puluh Kota, sebanyak 60 unit huntara dibangun di Kecamatan Gunung Omeh dengan dukungan TNI, dan lebih dari separuh telah selesai. Di Kabupaten Pesisir Selatan, pembangunan 62 unit huntara dilakukan dalam dua tahap, dengan progres penyelesaian terus berjalan.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

