World

Venezuela Klaim Serangan AS Sasar Permukiman Warga Sipil

Pemerintah Venezuela menuding rangkaian serangan militer Amerika Serikat (AS) turut menghantam kawasan permukiman warga sipil di Caracas dan sejumlah wilayah penyangga ibu kota pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat.

Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez mengatakan, militer AS menggunakan helikopter tempur untuk melepaskan roket dan menembakkan amunisi ke beberapa titik, termasuk area yang dihuni warga sipil. Pernyataan tersebut disampaikan Padrino Lopez melalui rekaman video yang dibagikan di media sosial.

“Pasukan AS yang menyerbu telah menodai tanah kami, bahkan sampai menyerang menggunakan rudal dan roket yang ditembakkan dari helikopter tempur mereka ke daerah permukiman warga sipil,” kata Padrino Lopez, seperti dikutip AFP, Sabtu malam.

Ia menyebut pihak berwenang masih mengumpulkan data terkait jumlah korban luka dan tewas akibat serangan yang disebutnya sebagai “keji dan pengecut” tersebut.

Menurut Padrino Lopez, kawasan permukiman yang terdampak berada di sekitar Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela yang terletak di selatan Caracas. Serangan juga dilaporkan terjadi di negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira yang merupakan wilayah penyangga ibu kota.

Padrino Lopez menegaskan, Venezuela akan melakukan mobilisasi besar-besaran kekuatan militernya, mencakup matra darat, laut, udara, sungai, hingga sistem rudal, sebagai bagian dari “pertahanan komprehensif” negara tersebut.

Serangan ke sejumlah titik, terutama di Caracas, dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Seperti dikutip dari CNN, seorang warga kota pesisir Higuerote, sekitar 85 kilometer di timur Caracas, mengaku mendengar serangkaian ledakan yang mengguncang wilayah tersebut.

Warga berusia 23 tahun tersebut awalnya mengira suara ledakan merupakan kembang api, sebelum menyadari situasi darurat ketika ledakan terjadi berulang kali hingga membuat tanah bergetar. Ia menyebut langit tampak memerah dan warga berlarian keluar rumah dalam kepanikan.

Media lokal Efecto Cocuyo dan Tal Cual Digital juga melaporkan suara ledakan terdengar di Negara Bagian La Guaira, wilayah pesisir di utara Caracas.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pasukan militernya telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, dan membawa keduanya keluar dari wilayah Venezuela. Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social.

“Amerika Serikat telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan sedang menerbangkannya keluar dari Venezuela,” tulis Trump, seperti dikutip CNN. Ia menyebut operasi tersebut sebagai “serangan skala besar” yang dilakukan bersama aparat penegak hukum AS.

Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Venezuela terkait klaim tersebut. Mengutip Reuters, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan pada Sabtu pagi bahwa dirinya tidak mengetahui keberadaan Maduro dan Flores.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...