Sungai Batang Kuranji di Padang, Sumatra Barat, meluap hingga menyebabkan banjir bandang pada November 2025 lalu. Warga setempat, Asriluju bercerita, 11 rumah yang ada di sekitar Sungai Batang Kuranji hancur dan terbawa arus saat air meluap.
Ia pun mengaku senang kini pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat normalisasi Sungai Batang Kuranji.
Menurutnya, saat itu, sebelas rumah hancur dibawa air. Upaya yang dilakukan Pemerintah ini membuat warga kampung dapat menikmati jalan kembali seperti semula.
Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V Padang, Naryo Widodo, menjelaskan kondisi sungai memang sudah mengancam jalan dan permukiman warga. Normalisasi sungai dilakukan sebagai antisipasi agar peristiwa serupa tak terulang lagi. Karena itu, BWS mencoba mengarahkan alur sungai ke tengah, sehingga sisi kiri dapat ditangani.
“Balai Sumatra V Padang mencoba mengatasi dengan cara membuka alur sungai, diarahkan di tengah sehingga untuk penanganan di sisi kiri yang mengancam jalan masyarakat segera dapat ditangani dengan baik,” kata Naryo.
Alat berat berupa ekskavator pun diturunkan ke lokasi, total ada 11 unit dari 15 unit yang direncanakan. Khusus di Jalan Batu Busuk yang aksesnya sempat terputus akibat meluapnya sungai, ada tujuh alat berat yang diterjunkan.
Naryo berharap dengan penanganan dari Kementerian PU dapat mengurangi dampak risiko apabila terjadi banjir lagi yang mengancam permukiman maupun jalan masyarakat
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

