Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengecek langsung progres pembangunan Jembatan Tol Musi V yang merupakan bagian strategis dari ruas Tol Kayu Agung–Palembang–Betung dalam jaringan besar Trans-Sumatra, Rabu (11/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, AHY menegaskan percepatan penyelesaian jembatan sangat penting agar dapat difungsikan pada momentum mudik Lebaran 2026. Kehadiran Jembatan Musi V dinilai krusial karena mampu memangkas waktu tempuh perjalanan secara signifikan sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi.
“Signifikansinya adalah yang biasanya tanpa ada jalan tol dari Palembang menuju Betung itu bisa tiga hingga empat jam. Insya Allah dengan hadirnya jalan tol termasuk jembatan ini bisa hanya satu jam saja,” ujar AHY.
AHY menjelaskan pemangkasan waktu perjalanan dari sekitar tiga jam menjadi satu jam akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas masyarakat dan efisiensi distribusi logistik di Sumatra Selatan dan wilayah sekitarnya. Kelancaran mobilitas tersebut juga akan sangat terasa manfaatnya saat periode arus mudik dan arus balik Lebaran yang biasanya diwarnai lonjakan volume kendaraan.
Karena itu, Menko AHY berharap sebelum periode mudik mendatang jembatan ini sudah dapat difungsikan sebagai jalan tol fungsional.
“Sebentar lagi kita juga akan menghadapi Lebaran, berarti akan ada arus mudik dan arus balik. Insya Allah sebelum itu terjadi, ini sudah bisa difungsikan sebagai jalan tol fungsional,” tegas Menko AHY.
Meski demikian, ia tetap mengingatkan faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama. AHY meminta untuk seluruh pihak memastikan proses uji kelayakan dan uji kekuatan jembatan dilakukan secara cermat dengan melibatkan para ahli dan pakar sebelum dioperasionalkan penuh.
Secara teknis, Jembatan Musi V memiliki panjang total 1.684 meter, dengan bentang tengah 100 meter + 180 meter + 100 meter. Jalan pendekat masing-masing mencapai 656 meter di sisi Bengkinang dan 648 meter di sisi Gandus. Struktur jembatan dirancang mampu menahan beban hingga 1.800 ton secara bersamaan, dengan batas operasional minimal sekitar 70 persen dari kapasitas tersebut atau sekitar 1.200 ton.
Selain itu, AHY juga menegaskan peran Kemenko Infra dalam mengawal proyek-proyek konektivitas strategis antarwilayah guna membuka potensi ekonomi daerah. Tol Trans-Sumatra yang menghubungkan wilayah dari Aceh hingga Lampung diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas Pulau Sumatra sekaligus mendorong pengembangan kawasan dan pusat-pusat pertumbuhan baru.
Proyek konstruksi ruas tol ini memiliki nilai investasi sekitar Rp13 triliun. Selain percepatan konstruksi, AHY turut menyoroti pentingnya penyelesaian pembebasan lahan agar tidak menghambat progres di lapangan.
Dengan progres yang terus dikebut, Jembatan Tol Musi V diharapkan dapat difungsikan pada mudik Lebaran 2026 dan menjadi infrastruktur kunci dalam memangkas waktu tempuh, sekaligus memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Sumatra.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

