World

AS Tarik Diplomat dan Pasukan dari Lebanon-Suriah di Tengah Ancaman Serangan ke Iran

Amerika Serikat dilaporkan menarik sejumlah perwakilan diplomatik dan pasukan militernya dari Lebanon dan Suriah di tengah meningkatnya ketegangan kawasan serta rencana Washington yang disebut-sebut tengah mempertimbangkan opsi serangan terhadap Iran.

Media Lebanon melaporkan Kedutaan Besar AS di Beirut telah mengevakuasi puluhan personelnya melalui Bandara Internasional Rafic Hariri pada Senin (23/2). Evakuasi tersebut mencakup staf yang tidak memiliki tugas darurat serta anggota keluarga mereka.

Seorang pejabat anonim dari Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa langkah tersebut bersifat sementara dan dilakukan sebagai bagian dari evaluasi keamanan terbaru.

“Kami terus menilai situasi keamanan, dan berdasarkan tinjauan terbaru, kami memutuskan bahwa mengurangi jumlah personel menjadi hanya personel penting adalah langkah bijaksana,” ujar pejabat tersebut, seperti dikutip Anadolu Agency.

Ia menambahkan bahwa kedutaan tetap beroperasi, meskipun dengan jumlah staf terbatas.

“Ini adalah langkah sementara yang bertujuan memastikan keselamatan personel kami sekaligus mempertahankan kemampuan kami untuk beroperasi dan membantu warga AS,” katanya.

Selain evakuasi diplomatik di Lebanon, militer AS juga mulai menarik pasukannya dari Suriah. Pergerakan pasukan terlihat dari pangkalan Qasrak di timur laut Suriah menuju wilayah Kurdi semi-otonom di Irak utara, dengan konvoi yang mencakup kendaraan lapis baja, alat berat, serta personel militer.

Dalam dua pekan terakhir, pasukan AS juga dilaporkan telah meninggalkan dua pangkalan lainnya, yakni Al Tanf di tenggara dan Shaddadi di timur laut Suriah.

Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya memang telah mempertimbangkan opsi penarikan penuh pasukan dari Suriah sejak Januari lalu. Menurut laporan AFP yang mengutip tiga sumber, proses penarikan tersebut diperkirakan akan selesai dalam waktu satu bulan.

“Dalam waktu satu bulan, mereka akan menarik diri dari Suriah, dan tidak akan ada lagi kehadiran militer di pangkalan-pangkalan tersebut,” ujar seorang pejabat Suriah yang juga dikonfirmasi sumber Kurdi.

Langkah serupa juga terjadi di kawasan lain. Pada Jumat (20/2), AS mengevakuasi ratusan tentara dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, yang merupakan pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah. Selain itu, pasukan AS juga ditarik dari fasilitas milik Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.

Sejumlah analis menilai langkah penarikan ini berkaitan dengan meningkatnya risiko konfrontasi dengan Iran. Ketegangan meningkat setelah Trump mengancam akan melancarkan serangan terbatas apabila negosiasi nuklir menemui jalan buntu.

Di sisi lain, Iran telah memperingatkan bahwa pihaknya akan membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika serangan benar-benar dilakukan.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...